Konten Media Partner

Wali Kota Kediri Terima Penghargaan Anugerah Kampus Merdeka dari Kemendikbud

Tugu Malangverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, mendapatkan penghargaan Anugerah Kampus Merdeka dari Kemendibudristek, Kamis (13/1) di Ruang Auditorium Gedung D Komplek Kemdikbudristek. (dok)
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, mendapatkan penghargaan Anugerah Kampus Merdeka dari Kemendibudristek, Kamis (13/1) di Ruang Auditorium Gedung D Komplek Kemdikbudristek. (dok)

Program Scale Up Prodamas Pemerintah Kota Kediri mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia. Kolaborasi program nasional dan daerah ini membuat Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, dianugerahi penghargaan bergengsi dari Kemendikbudristek.

Mewakili Mendikbudristek Nadiem Makarim, Plt. Dirjen Diktiristek, Prof. Nizam, Kamis (13/1) bertempat di Ruang Auditorium Gedung D Komplek Kemdikbudristek. Pemerintah Kota Kediri masuk dalam Anugerah Kampus Merdeka sebagai Mitra Lembaga Pemerintah dengan Desain Program Terbaik di Kampus Merdeka.

Program Magang Diikuti Ribuan Mahasiswa dari Sabang Sampai Merauke

Seperti diketahui Pemerintah Kota Kediri menjadi mitra dalam program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Scale Up Prodamas adalah program magang bagi mahasiswa yang lolos dalam MSIB di Pemerintah Kota Kediri. Terdapat 51 mahasiswa dari Sabang hingga Merauke yang mengikuti Scale Up Prodamas ini.

Wali Kota Kediri mengungkapkan Pemerintah Kota Kediri menjadi mitra program MSIB ini untuk mengenalkan mahasiswa dari seluruh Indonesia dengan pemerintah. Di Kota Kediri mahasiswa bergabung untuk mengikuti Scale Up Prodamas. Dimana mereka dapat memberikan sumbangsih ide dan gagasan bagi pembangunan Kota Kediri. Apalagi saat ini usia produktiflah yang paling banyak di Indonesia. Jadi para mahasiswa ini harus digandeng untuk berkolaborasi dalam membangun negeri. “Alhamdulillah kami mendapat penghargaan ini. Kebetulan kami membuka magang di program Magang Merdeka untuk mahasiswa di seluruh Indonesia. Kami sadar saat ini pemerintah dan mahasiswa harus bersama-sama untuk mempercepat pembangunan di Kota Kediri,” ujarnya.

Di tahun ini, Pemerintah Kota Kediri juga kembali menjadi mitra di program MSIB. Proses pendaftaran batch kedua sudah dimulai sejak awal tahun ini. Bagi mahasiswa di seluruh Indonesia yang memenuhi kriteria, Wali Kota Kediri memberikan pesan untuk bergabung dalam program ini. Sebab akan banyak pengalaman yang diraih oleh mahasiswa saat mengikuti program magang di Pemerintah Kota Kediri. “Semoga program ini bisa terus memberi wawasan baru pada masyarakat dan pemerintah. Serta memberikan dampak positif bagi pembangunan. Kepada masyarakat terima kasih telah menerima mahasiswa untuk magang di Kota Kediri. Sehingga banyak masukan dari mahasiswa yang bisa diaplikasikan untuk Prodamas Plus Pemerintah Kota Kediri,” terangnya.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. (dok)

Pemkot Kediri Ajak Mahasiswa Indonesia Turun Tangan Berdayakan Masyarakat

Kredo idealisme mahasiswa tentang agent of change dan social control diterjermahkan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, sebagai upaya nyata mass empowerment atau pemberdayaan masyarakat di Kota Kediri.

“Ini program bottom up, artinya dari warga Kota Kediri melalui Prodamas. Jadi memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kami ingin mahasiswa untuk belajar langsung menjadi bagian dalam pemberdayaan itu,” ungkap Mas Abu, sapaan Wali Kota Kediri.

Mas Abu melihat bahwa permasalahan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat membutuhkan imu terapan dari mahasiswa. Potensi ini, kata Mas Abu, perlu diperhatikan sebagai sinergitas antara pemerintah daerah dengan stakeholder pengampu bidang pendidikan, yakni Kemendikbudristek RI.

Pemberdayaan yang berkelanjutan menjadi prinsip utama Mas Abu dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) Kota Kediri. Apalagi ada 1478 rukun tetangga (RT) yang menjadi obyek pembangunan. Apalagi wilayah urban seperti Kota Kediri, wilayah terkecil RT merupakan sasaran pertama membangun kesadaran untuk mewujudkan konsep pemberdayaan masyarakat.

Dalam Magang Merdeka ini kebutuhan Scale Up Prodamas adalah Analis Kependidikan dan Kepemudaan Daerah, Analis Sosial Pemerintah, Perencanaan Infrastruktur Kota, Pengembang Website Prodamas, serta Data Analist. Mahasiswa yang dapat bergabung dari Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, Ilmu Sospolbud, Teknik Perencanaan Wilayah Kota, Teknik Lngkungan, Teknik Sipil, Statistika, Teknik Informatika serta program studi lain yang setara. Program ini tentunya memiliki daya tarik. Yakni, living lab berbasis nyata di daerah, kerjasama multi disiplin ilmu, implementasi teknik design thinking, dan program magang yang dinamis.

Prodamas Goes to Digital, Tema Utama Magang Merdeka Batch 2 Kota Kediri

Pemerintah Kota Kediri sukses menyelenggarakan Program Magang Merdeka batch pertama Scale Up Prodamas. Kini, Pemerintah Kota Kediri ikut serta dalam program Magang Merdeka batch kedua dengan tema Prodamas Goes Digital, Participatory and Collaboration Optimazation. Kota Kediri adalah yang pertama dan satu-satunya mitra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk kategori pemerintah daerah.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan, program Magang Merdeka ini bagus, dan para peserta punya banyak ide dan gagasan. Ia menilai ada progress yang bagus dari berbagai ide dan gagasan yang disampaikan para mahasiswa peserta program Magang Merdeka. Kendati tidak serta merta langsung bisa dituangkan dalam program kerja di Pemerintah Kota Kediri.

"Saya melihat ada progress luar biasa bagusnya. Harapan saya, ide dan gagasan mereka bisa dieksekusi untuk Scale Up Prodamas. Saya sudah berpesan di awal, kita mau bahwa apa yang menjadi gagasan mereka itu bisa diaplikasikan teman-teman yang menangani Prodamas, mungkin pembuatan software, bank sampah, KUBE (kelompok usaha bersama) yang bisa diaplikasikan segera. Memang butuh effort yang besar, tapi tidak apa-apa. Harus dimulai. Kalau sudah dimulai kita bisa terus mengevaluasi," beber Wali Kota Kediri, Jumat (24/12).

Ia menegaskan, Prodamas tidak boleh kehilangan ruh. Prodamas adalah kegiatan buttom up, yang artinya dari rembug warga dieksekusi di tingkat kota. Melalui Prodamas, pemberdayaan masyarakat juga ada dan itu wajib. "Tidak boleh tidak ada pemberdayaan masyarakat. Kalau tidak ada pemberdayaan masyarakatnya, buat apa bikin Prodamas," kata Mas Abu, sapaan akrabnya. (*)