Konten Media Partner

Wali Kota Malang Ajak Guru Gali Potensi Anak Lewat Merdeka Belajar

Tugu Malangverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ribuan peserta senam sehat bersama di Stadion Gajayana Malang. Foto / Feni Yusnia
zoom-in-whitePerbesar
Ribuan peserta senam sehat bersama di Stadion Gajayana Malang. Foto / Feni Yusnia

MALANG - Peringati Hari Guru Nasional, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengajak para guru untuk menerapkan kurikulum Merdeka Belajar.

Kurikulum itu bisa diterapkan di setiap satuan pendidikan sehingga mampu memberikan keleluasaan bagi para guru untuk membuat inovasi dalam memberikan pembelajaran. Sebab itu, ia berpesan, agar tak ada lagi guru yang menjustifikasi anak.

“Sekarang diterapkan Merdeka Belajar, jadi jangan sampai ada istilahnya doktrin di mana guru itu menjustifikasi anak ini tidak bisa. Karena sebenarnya Merdeka Belajar itu menggali potensi anak,” ujarnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji, saat menghadiri acara Hari Guru Nasional. Foto / Feni Yusnia

Ke depan dunia pendidikan, menurut Sutiaji, khususnya di Kota Malang harus semakin maju dan berkembang sehingga mampu melahirkan generasi emas di masa depan.

“Saya ucapkan Dirgahayu Guru. Saya ucapkan terima kasih, mari kita berkarya dan menggali potensi anak (siswa),” tuturnya.

Hal itu disampaikan Sutiaji di hadapan ribuan guru jenjang PAUD hingga SMA/SMK di Kota Malang, Sabtu (26/11/2022). Mereka tumplek blek mengikuti Senam Sehat Bersama bertempat di Stadion Gajayana Malang.

Kegiatan itu digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional Kota Malang tahun 2022.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana menjelaskan, bahwa kegiatan ini melibatkan 10 hingga 15 ribu guru. Bersama dengan 2.500 siswa SD dan SMP sebagai perwakilan.

Semangat siswa dan guru mengikuti senam bersama dalam rangka Hari Guru Nasional. Foto / Feni Yusnia

“Kami libatkan semua guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK. Kenapa SMA/SMK? Karena kalau bicara PGRI, maka wilayah kota dan kabupaten (terlibat). SMA/SMK juga masuk di dalam cabang mereka di masing-masing kecamatan,” urainya.

Harapannya, dengan penyelenggaraan senam sehat bersama ini dapat kembali mempererat tali silaturahmi antar satuan pendidikan. Terlebih, pihaknya juga merangkum rangkaian kegiatan dengan Hari Anti Korupsi yang jatuh pada 1 Desember mendatang.

“Kita tanamkan kejujuran pada anak-anak sejak dini. Implementasi secara nyata seperti dengan adanya kantin kejujuran yang sudah kita berlakukan. Pelajaran sekarang sudah Merdeka Belajar. Sehingga bukan anak yang mengikuti guru, tapi guru yang mengikuti anak-anak,” tegasnya.