Wali Kota Malang Sebut Pentingnya penguatan Masjid sebagai Pusat Sosial Ekonomi

Konten Media Partner
16 November 2022 23:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Bimbingan teknik bertajuk Penguatan Kelembagaan dan SDM dalam Pengelolaan Zakat, Infak dan Shadaqoh Berbasis Masjid. Foto / dok Pemerintah Kota Malang
zoom-in-whitePerbesar
Bimbingan teknik bertajuk Penguatan Kelembagaan dan SDM dalam Pengelolaan Zakat, Infak dan Shadaqoh Berbasis Masjid. Foto / dok Pemerintah Kota Malang
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
MALANG – Masjid tak hanya sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai pusat sosial ekonomi. Penegasan itu disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji pada kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kelembagaan dan SDM dalam Pengelolaan Zakat, Infak dan Sodaqoh Berbasis Masjid, bertempat di Regents Park Hotel pada Rabu (16/11/2022).
ADVERTISEMENT
Menurut Sutiaji, selain sebagai pusat dakwah dan peribadatan umat Islam, masjid diharapkan dapat menjadi pusat sosial ekonomi yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.
Salah satunya dengan menguatkan pengelolaan zakat, infak maupun sodaqoh untuk kesejahteraan umat.
“Dana (zakat, infak, sodaqoh) yang dikelola takmir itu bisa dibelanjakan, diamalkan dan digunakan untuk pengembangan-pengembangan ekonomi keumatan, sehingga pemanfaatannya bisa untuk kesejahteraan. Tentu ini butuh keterbukaan,” ujar Sutiaji.
Wali Kota Malang Sutiaji. Foto / dok Pemerintah Kota Malang
Kegiatan yang digelar oleh Baznas Kota Malang ini berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), guna menguatkan Unit Pengelolaan Zakat (UPZ) yang ada di masjid-masjid agar mampu memberikan nilai sosial yang menyejahterakan masyarakat sekitar.
Menurut Sutiaji, Indonesia dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam, merupakan negara yang memiliki potensi zakat, infak dan sodaqoh yang besar.
ADVERTISEMENT
Potensi ini, merupakan sumber kekuatan pemberdayaan ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat.
Sejalan dengan itu, Sutiaji berharap BAZNAS sebagai mitra pemerintah dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat, infak dan sodaqoh di Kota Malang mampu menjadi media untuk mengoptimalkan penghimpunan dana zakat, infak dan sodaqoh melalui UPZ.
“Harapannya, program-program BAZNAS Kota Malang dapat menjadi sejalan dalam upaya memakmurkan masjid sebagai pusat sosial ekonomi masyarakat, golnya adalah bagaimana kemakmuran jemaah ini bisa diwujudkan,” imbuhnya.
Guna mendorong terwujudnya kesadaran umat untuk berzakat, berinfak, dan bersodaqoh. Maka, orang nomor satu di Kota Malang itu menyebut perlunya penguatan literasi dan ketakwaan yang dilakukan secara bersama, baik oleh Baznas, DMI, maupun para Kiai.
“Inilah para kiai berperan memberikan penjelasan kepada jemaah akan makna sodaqoh, ibadahnya dan spiritual dikuatkan. Sehingga hubungan jemaah dengan Allah kuat, dan hubungan sosialnya juga kuat, dan ini tugas kita semua. Salah satunya bisa juga melalui penguatan dakwah sosial kita,” tukasnya.
Sinergi Pemerintah Kota Malang dalam penguatan peran strategis Baznas. Foto / dok Pemerintah Kota Malang
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Malang, Sulaiman, menjelaskan bahwa nantinya kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi di tingkat kecamatan hingga lapisan paling bawah, termasuk masjid yang berada di kampung-kampung.
ADVERTISEMENT
Sehingga terbentuk sistem yang saling terkoordinasi dan terintegrasi terkait pengelolaan zakat, infak dan sodaqoh.
“Agar tidak salah arah, tidak salah aturan karena banyak sekali yang mengatakan atau banyak sekali yang sudah kita lihat selama ini mengelola zakat tanpa izin, mengelola zakat tanpa koordinasi, ini marilah kita koordinasi,” ucapnya.