News
·
3 Februari 2021 16:38

Wali Kota Malang, Sutiaji, Buka Suara soal Fenomena Dentuman di Malang

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji, Buka Suara soal Fenomena Dentuman di Malang (141304)
Wali Kota Malang Sutiaji. Foto dok.
MALANG - Fenomena suara dentuman keras yang terjadi pada Rabu (3/2/2021) dini hari tadi rupanya banyak menyita perhatian publik, tak terkecuali, Wali Kota Malang Sutiaji. Selain terjadi pada malam hari, penyebab suara misterius yang terjadi berkali-kali itu masih belum jelas muaranya dan berujung pada kekhawatiran masyarakat setempat. Melalui Kanal Youtube pribadinya, Sam Sutiaji, mengaku turut merasakan adanya dentuman sekitar pukul 00.35 WIB. "Semalam ada fenomena alam atau apa, tapi yang jelas ada suara seperti dentuman yang menggema dan bahkan ada yang mengatakan seperti langkah kaki di angkasa," katanya.
ADVERTISEMENT
Menindaklanjuti hal tersebut, ia bahkan meminta instansi terkait yang mana dalam hal ini adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang untuk menggali informasi terkait fenomena itu. Mengingat, kabar yang beredar luas ke masyarakat disebabkan oleh adanya aktivitas dua gunung yang meningkat, yakni Gunung Semeru dan Gunung Raung.
"Setelah itu, saya perintahkan kepada OPD terkait, BPBD untuk melacak ke BMKG, aktivitas di gunung semeru ternyata tidak ada aktvitas yang perlu dicurigai demikian juga di Gunung Raung," ungkapnya.
Kendati demikian, ia tetap menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir sembari menunggu informasi lebih lanjut terkait dentuman tersebut. "Masyarakat diharapkan tenang. Jangan ada kecemasan. Tingkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan yang maha kuasa sambil menunggu informasi dari kami setelah kami mendapatkan atau mengkonfirmasi pada yang punya otoritas untuk menyampaikan itu," tambah dia.
ADVERTISEMENT
Di samping itu, saat disinggung terkait adanya kemungkinan dampak dari aktivitas latihan militer. Kepada tugumalang.id, Sutiaji mengaku belum bisa memastikan. Ia justru mengkhawatirkan jika dentuman itu terjadi karena adanya aktivitas pembangunan JLS (Jalur Lingkar Selatan). Mengingat, proses pembangunan itu memang harus dilakukan dengan cara dentuman.
"Masak latihan Militer sampai malam, itu enggak ya. Saya khawatir ada proyek JLS. Ini kan juga belum konfirmasi, karena katanya proses pembangunan lagi jalan. Dan untuk bongkar yang namanya gunung, bukit, biasanya kan pakai dentuman. Ini kira-kira, kita belum koordinasi lagi dengan kabupaten," tutupnya.