Waspada, Budi Daya Bunga dan Burung Dapat Picu Deman Berdarah

Konten Media Partner
10 November 2020 16:49 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi DBD. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi DBD. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
MALANG - Belakangan, sejak pandemi COVID-19, trend memelihara burung dan budi daya tanaman kembali digandrungi masyarakat. Seolah sedang naik daun, keduanya bahkan sempat alami lonjakan harga karena banyak dicari.
ADVERTISEMENT
Namum siapa sangka, memelihara burung dan budi daya tanaman juga dapat memicu munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), lantaran kurangnya kepedulian akan kebersihan lingkungan.
Hal ini disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif. Menurutnya, bukan tidak mungkin akan muncul jentik penyebab DBD karena kegiatan tersebut bersentuhan dengan air.
"Misalnya, yang pelihara hewan kayak burung itu tempat air minumnya diperhatikan. Yang lagi sibuk dengan tanaman-tanaman itu, bunga atau daunnya yang bisa menampung air terkadang juga kelewatan (kebersihannya), ini juga perlu diperhatikan," imbau dia.
Hal ini juga seiring dengan datangnya musim penghujan. Sebab, pada musim tersebut, pertumbuhan nyamuk Aedes Aegypti semakin tinggi. Artinya, bukan tidak mungkin akan mudah terserang wabah ini, terutama saat ketahanan tubuh sedang lemah.
ADVERTISEMENT
"Apalagi sudah masuk musim hujan, jadi masyarakat harus lebih waspada terhadap genangan-genangan air bersih yang tenang. Itu yang kadang juga kelewatan. Jangan sampai genangan itu jadi sarang nyamuk," tegasnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat hingga per bulan September 2020, penderita DBD kurang dari 200 kasus. Angka tersebut lebih menurun daripada kasus tahun sebelumnya.
"Dari jumlah itu alhamdulillah tidak ada yang meninggal dunia," terangnya.
Rata-rata, rentan usia penderita DBD berusia 8-26 tahun. Meski demikian, Husnul menghimbau, agar masyarakat tetap harus memperhatikan kebersihan di rumah maupun di lingkungan. Terutama terhadap genangan air bersih.(ads)