Konten dari Pengguna

Jurnalis

Tutiek Apriyanti

Tutiek Apriyanti

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tutiek Apriyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejak kecil televisi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan setia mengiringi perkembangan kehidupan saya hingga kini. Televisi merupakan salah satu media sumber informasi yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh kalangan masyarakat karena penggunaannya yang mudah, tidak memerlukan banyak biaya, dan aksesnya yang “ramah” dan terjangkau.

Keluarga saya adalah salah satu bagian dari pecinta tayangan televisi karena melalui media inilah kami mendapatkan hiburan paling murah meriah yang ada di rumah dan dapat menyatukan kami untuk berkumpul bersama saat menyaksikannya. Ayah saya adalah salah satu penikmat tayangan televisi khususnya berita. Dari sinilah timbul minat dan ketertarikan yang besar bagi saya untuk menonton berita bersama Ayah waktu itu. Berangkat dari rasa ingin tahu dan ketertarikan dari menonton berita inilah yang membuat saya menjadi terobsesi dan bercita-cita untuk menjadi bagian dari dunia jurnalistik Indonesia.

Dunia jurnalis adalah tempat berkarir impian yang saya cita-citakan. Tempat belajar yang menjadi angan, mimpi, bahkan kini menjadi obsesi bagi saya untuk terus memompa semangat belajar dan berusaha dalam berjuang mewujudkan target tersebut. Ira koesno, Rosiana Silalahi, Desi Anwar, Najwa Shihab, dan Marissa Anita adalah sosok-sosok idola yang saya kagumi sejak lama hingga kini dewasa.

Berkat menonton tayangan berita saya mendapat banyak keuntungan terutama dalam hal informasi dan pengetahuan umum. Saya dapat belajar dan tahu banyak tentang banyak hal baru dan apa yang sedang terjadi saat ini. Saya pribadi adalah tipikel yang tidak terlalu suka membaca, jadi menonton acara berita dan program televisi lainnya dapat membantu saya untuk mendapatkan informasi lebih baik dalam maupun luar negeri.

Menurut saya reporter dan penyaji berita adalah sosok cerdas yang penuh percaya diri, cepat belajar, bermental kuat, handal, dan tanggap dalam situasi apapun. Mungkin saja pekerjaan mereka tidak menjanjikan materi yang berlimpah atau mendapat banyak apresiasi yang berlebih, akan tetapi mereka adalah “saksi” dan “kunci” dari suatu peristiwa dan informasi terbaru yang hadir dan terjadi. Pengalaman dan proses pembelajaran yang mereka alami dan dapati langsung dari lapangan adalah kepuasan dan aset termahal yang menurut saya tidak dapat dibeli dengan uang.

Profesi dalam dunia jurnalis bukanlah tempat yang mudah untuk berkarya dan bertahan di dalamnya menurut saya. Mereka dituntut untuk siap melaksanakan tugas apapun kondisi atau resiko yang akan terjadi nanti dan bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugasnya secara tepat waktu. Apapun resiko dan kendala yang terjadi di dalamnya, kapanpun waktunya, dan dimanapun lokasinya mereka akan “siap” dan berusaha melakukan yang terbaik demi meberikan informasi terbaru yang akurat pada khalayak. “Pantang pulang sebelum berita diterbitkan!” adalah semboyan dan motivasi atas kerja keras mereka.

Dunia jurnalis dipenuhi dengan sistem dan pola kerja yang fleksibel dan dinamis. Mereka bertemu dengan beragam kondisi, kalangan, dan situasi yang penuh tantangan. Di balik tugas besar yang harus dilakukan, dunia jurnalis menghubungan mereka dengan banyak kemungkinan, pengalaman, bahkan kekayaan intelektual baru. Di lihat jutaan pasang mata yang menunggu mereka hadir di layar kaca adalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya walaupun realita di belakang mengatakan apa yang mereka lakukan tidak semudah yang dibayangkan banyak orang dan tidak semua orang mampu melakukan.

Tugas seorang penyaji berita misalnya, mereka membawakan berita live dengan tata bahasa yang baik dan tidak boleh salah ucap, sedangkan tugas reporter misalnya yang tidak kalah berat dengan cameraman, yaitu mencari berita, membuat berita dengan tata bahasa yang baik namun tidak memakan durasi waktu yang banyak, dan menyiarkannya secara langsung dari lokasi kejadian. Bukan tugas yang mudah bagi seorang apalagi jika mereka terlibat dalam tugas peliputan di medan perang atau peristiwa bencana alam. Mereka dengan penuh tanggungjawab dan kesungguhan tetap berusaha melakukan kinerja serta performa terbaik mereka dengan tetap bertekad kuat untuk mendapatkan dan menginformasikan berita.

Kadang terlintas apakah saya mampu menjadi mereka dan bermental kuat seperti mereka? Akan menjadi kebahagiaan dan kebanggan bagi saya jika dapat bergabung menjadi bagian dari dunia jurnalistik Indonesia. Saya ingin sekali mampu terlibat dan ikut serta menyajikan sumber informasi yang aktual, faktual, dan berimbang bagi masyarakat Indonesia yang pro rakyat dan tidak memihak golongan tertentu.