Kamu Muda? Teruslah Berinovasi dan Buat Indonesia Bangga!

Tulisan dari Tutiek Apriyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Hari ini (30/9/2017) Bertempat di Kuningan City Mall, kumparan.com menyelenggarakan seleksi bagi 100 calon Jurnalis untuk kumparan.com tahun 2017.
Acara ini tidak hanya terdiri atas rangkaian tes bagi calon keluarga baru kumparan.com, namun juga berhasil memukau kami, “Para Calon Jurnalis” dengan menghadirkan inovasi baru yang keren dan berbeda.
Kumparan.com berhasil mengejutkan kami dengan menghadirkan sesi “Talk Show” dan tanya-jawab dengan menghadirkan Lucy Wiyono, David Song, dan Hana Keraf sebagai bintang tamu dan narasumber-narasumber inovatif perbincangan tersebut.
Lucy Wiryono, pendiri Hollycow ini awalnya mendirikan usaha ini karena kecintaan pada cita rasa daging wagyu yang terkenal lezat tapi harganya yang kurang affordable di kantong, maka akhirnya dia memutar otak dan mencari solusi untuk tetap dapat makan enak tapi nggak bikin kantong bolong.
Akhirnya bersama sang suami ia kemudian memutuskan untuk mendirikan dan terus produktif dalam menciptakan inovasi baru bagi resep sajian baru bagi resto mereka.
Narasumber yang kedua, yakni David Song.
Ia mendirikan bisnis fotografi ini awalnya karena ketidaksengajaan. Berawal dari keinginannya untuk membantu acara pernikahan teman, ia kemudian tak sengaja terjun kedunia fotografi dan berhasil menekuni dunia seni foto tersebut dengan hanya bermodalkan camera sederhana awalnya.
Walaupun banyak pertentangan dari luar dan beragam tantangan yang ia temui kemudian, David terus berinovasi dan memulai debut karirnya sebagai salah seorang fotografer muda berbakat yang berusaha keluar dari kebokekan dengan ide-ide kreatif dan inovasi-inovasi unik dan tidak biasa.
Narasumber terakhir yang tidak kalah inspiratif yaitu, Mba Hana Keraf. Pendiri du’anyam ini mengawali bisnisnya dengan pemikiran yang luar biasa. Ia berupaya mendirikan usaha kreatif yang bukan hanya sekedar bisnis atau mendapat keuntungan semata. Melalui media bisnis inilah, Hana berperan memberdayakan para ibu hingga akhirnya mampu berdikari dan mendapatkan uang secara mandiri.
Bisnis yang bersumber pada rasa peduli terhadap sesama ini awalnya diawali oleh rasa kekhawatiran dengan kondisi perekonomian masyarakat dan rasa kecintaannya terhadap kekayaan dan kearifan lokal yang berada di Indonesia bagian timur.
Meski awalnya sulit bisnis ini berhasil bangkit berkat kekuatan strategi penjualan, komunikasi yang baik dengan konsumen, dan branding produk yang baik.
Menurut mereka untuk menjadi seorang pebisnis dan pengerak yang inovatif diperlukan sikap dan usaha yang gigih, mau terus belajar terutama dengan tidak cepat puas, produktif mengembangkan diri, berkreasi, dan mau maju menjadi pionir bukan sekedar pengikut.
Jika kamu muda, jangan siakan kesempatan yang ada di depan mata, Teruslah berinovasi dan buat Indonesia bangga!
