Konten dari Pengguna

Baru Tahu: Emperor’s New Clothes

Tutur Literatur

Tutur Literatur

O Captain, My Captain. (Whitman, 1865)

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tutur Literatur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fakta unik nan menarik mengenai Baju Baru Sang Raja.

Baru Tahu: Emperor’s New Clothes
zoom-in-whitePerbesar

Ilustrasi pertama dari Emperor's New Clothes yang dibuat oleh VIlhelm Pedersen. (Foto: en.wikipedia.org)

Emperor’s New Clothes adalah cerita pendek yang ditulis oleh Hans Christian Andersen, seorang berkebangsaan Denmark. Kisanya menceritakan tentang dua tukang tenun yang menjanjikan sebuah baju baru untuk sang raja. Tidak disangka-sangka, janji tersebut tak bisa mereka penuhi sehingga mereka harus membuat tipuan menarik. Mereka mengatakan bahwa baju baru yang mereka buat tidak akan bisa dilihat oleh orang-orang bodoh dan inkompeten. Sang raja kemudian berjalan keliling kerajaan tanpa baju sehelai pun di depan rakyat-rakyatnya. Tidak ada satu orang pun yang berani mengatakan bahwa mereka melihat raja telanjang karena tidak ingin dianggap tidak layak untuk melihat busana tersebut. Kemudian seorang anak berteriak bahwa raja telanjang di jalanan kota. Hal tersebut membuat raja malu dan kembali ke kerajaan.

Baru Tahu: Emperor’s New Clothes (1)
zoom-in-whitePerbesar

Monumen dari Emperor's New Clothes di Copenhagen. (Foto: en.wikipedia.org)

Cerita ini telah diterjemahkan ke 100 bahasa. Sebagai kisah yang telah melegenda, inilah fakta-fakta yang akan membuat anda berteriak “wah!”.

1. Emperor’s New Clothes pertama dipublikasikan bersamaan dengan cerita The Little Mermaid pada 7 April 1837.

2. Dongeng ini terinspirasi dari buku berjudul Libro de los ejemplos yang ditulis tahun 1335. Buku tersebut adalah kumpulan cerita dari Spanyol pada abad pertengahan yang disusun oleh Juan Manuel, pangeran dari Vilenna.

3. Andersen tidak bisa membaca tulisan Spanyol. Emperor’s New Clothes terinspirasi dari terjemahan bahasa Jerman dari buku Libro de los ejemplos. Ia menekankan tema kesombongan dan kebodohan pada ceritanya.

4. Ada teori yang mengatakan bahwa Emperor’s New Clothes ditulis berdasarkan pengalaman pribadi Andersen ketika ia tinggal di Copenhagen. Andersen kecil memperkenalkan dirinya pada kaum burjois Denmark.

5. Alison Prince, penulis dari kisah Hans Christian Andersen: The Fan Dancer mengklaim bahwa Andersen menerima batu rubi dan cincin permata dari sang raja ketika Emperor’s New Clothes dipublikasikan. Tindakan tersebut dilakukan sebagai penghargaan atas kritik pada kaum kelas atas.

Itulah fakta-fakta yang ditemukan pada kisah Emperor’s New Clothes. Kalo kamu menemukan fakta lainnya, jangan malu untuk berkomentar dibawah.

(to read other article, click here)

-ASR-

Sumber: en.wikipedia.org