Konten dari Pengguna

Baru Tahu: Walt Whitman

Tutur Literatur

Tutur Literatur

O Captain, My Captain. (Whitman, 1865)

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tutur Literatur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Merangkai kata menjadi puisi indah

Baru Tahu: Walt Whitman
zoom-in-whitePerbesar

(Foto: huffingtonpost.com)

Ia yang dijuluki sebagai Bard of Democracy dan salah satu penulis puisi paling berpengaruh di Amerika, lahir pada 31 Mei 1819 di West Hills, Long Island, New York. Whitman adalah anak kedua dari pasangan Louisa Van Velsor and Walter Whitman. Ia dibesarkan secara sederhana oleh kedua orang tuanya dikarenakan ia memiliki 7 saudara lainnya. Meskipun orang tuanya pernah memiliki tanah beternak, kedua orang tuanya kesulitan untuk mencari nafkah akibat tanah yang pernah mereka miliki telah dijual.

Whitman adalah pribadi yang mencintai negaranya dan demokrasi mungkin turun temurun dari orang tuanya yang bahkan menamai anak-anaknya dengan nama para pahlawan dari Amerika. Pada umur 3 tahun, Whitman pindah bersama keluarganya ke Brooklyn, tempat dimana ayahnya mencari keberuntungan. Sayangnya, investasi yang buruk mengakibatkan ayahnya selalu gagal untuk meraih kesuksesan. Pada umur 11 tahun, Whitman dipaksa berhenti sekolah agar dapat membantu penghasilan keluarga. Ia bekerja sebagai OB dan akhirnya menjadi pegawai di tempat percetakan.

Kehidupan sebagai jurnalis

Ketika Whitman berumur 17 tahun, ia mulai mengajar sebagai fasilitator di beberapa tempat di Long Island. Whitman sendiri sebenarnya membenci pekerjaannya karena krisis ekonomi yang memaksanya dan pada saat itu ia sangat menyukai jurnalisme. Pada tahun 1838, Ia mulai mengisi beberapa rubrik di Long Islander dan kembali ke New York untuk melanjutkan karirnya di bidang jurnalistik. Ia menjadi editor di Brooklyn Daily Eagle selama 2 tahun.

Whitman dikenal sebagai jurnalis yang memiliki perbedaan pemikiran dengan bos dan pembacanya. Ia mendukung hak wanita atas property, hukum imigrasi, dan masalah kelas pekerja yang dinilai sebagai pemikiran kaum radikal pada masa itu. Akibatnya, masa baktinya sebagai penulis terkadang tidak bertahan lama di beberapa koran. Akhirnya, pada tahun 1848, Whitman pergi meninggalkan New York dan menuju New Orleans, tempat dimana ia menjadi editor untuk Crescent. Ia hanya bekerja 3 bulan disana namun dalam durasi singkat itu, Whitman melihat kekejian dari perbudakan.

Whitman kemudian kembali lagi ke Brooklyn pada musim gugur 1848 dan memulai koran baru bernama Brooklyn Freeman. Saat itu, isu mengenai perbudakan sedang naik daun dan pertanyaan mengenai keabsahan perbudakan semakin banyak keluar dari mulut orang-orang. Bersamaan dengan itu, amarah Whitman juga naik ke ujung kepalanya. Ia khawatir akan dampak perbudakan kepada negara dan sistem demokrasi yang ada. Saat itulah, ia mengubah buku catatanya menjadi sebuah alat untuk mencatat hasil observasinya dan menjadikannya sebuah karya sastra.

(Flip the page to read more)

-ASR-

Sumber: biography.com