Peristiwa 1998 Dalam Lembaran Karya Sastra

O Captain, My Captain. (Whitman, 1865)
Tulisan dari Tutur Literatur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mari kembali menggali ingatan mengenai peristiwa 1998 melalui novel-novel ini!

Bulan Mei merupakan bulan yang menorehkan banyak peristiwa bersejarah bagi Indonesia. Selain ada peringatan hari pendidikan pada 2 Mei dan Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei, momen sejarah yang tak kalah pentingnya pada bulan ini adalah peringatan Reformasi 21 Mei 1998.
19 tahun sudah rezim Orde Baru yang dipimpin Soeharto berlalu. Namun, momen reformasi masih terus terpatri dalam ingatan kita. Peristiwa ini tak hanya mengingatkan kita pada aksi demonstrasi mahasiswa untuk menurunkan Soeharto, tapi juga peristiwa kerusuhan yang melibatkan tragedi kemanusiaan.
Beberapa menyuarakan tragedi yang terjadi pada tahun 1998 dengan mengabadikannya dalam sebuah karya fiksi. Berikut ini merupakan kisah dibalik tragedi 1998 yang diabadikan dalam bentuk novel oleh beberapa penulis.
5. Sekuntum Nozomi 3 - Marga T

Dalam novel ketiga dari rangkaian Sekuntum Nozomi ini, penulis membawa sang tokoh cerita kepada peristiwa keji yang terjadi pada kerusuhan Mei 98. Buku ini mengulas peristiwa 98 dengan cara yang berkesan yakni lewat perspektif korban yang merupakan orang biasa. Melalui buku ini penulis ingin menyampaikan bahwa peristiwa 98 bukan hanya peristiwa politis saja, tapi juga merupakan sebuah tragedi kemanusiaan.
4. Notasi - Morra Quatro

Novel menyoroti kisah cinta dua insan muda berlatar reformasi 1998. Kebobrokan Orde Baru, membuat mahasiswa UGM tergerak untuk melakukan perubahan dengan menurunkan rezim Soeharto. Tak terkecuali Nino, seorang mahasiswa teknik mesin dan Nalia yang merupakan mahasiswi kedokteran. Masalah muncul ketika sedang terselenggara event karya tulis di fakultas kedokteran. Salah satu karya mahasiswa yang diikutkan dalam event itu mengkritik pemerintahan Orba secara keras, sehingga terjadi penembakan. Bermula dari titik itu, kemudian seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas di UGM bersama-sama menyerukan perlawanan.
3. Mei Hwa dan Sang Pelintas Zaman

Tak hanya menimbulkan perubahan besar terhadap bangsa ini, peristiwa 1998 juga menyisakan sebongkah luka besar bagi para korban peristiwa kerusuhan. Novel ini bercerita mengenai Mei Hwa, gadis keturunan Tionghoa yang berusaha menemukan kembali hidupnya. Saat dilanda keterpurukan, beruntung Mei Hwa bertemu dengan Sekar ayu, seorang perempuan pelintas zaman yang juga telah terbanting-banting seiring terjadinya pergantian penguasa. Mulai dari Hindia Belanda sampai peristiwa G30S. Sekar Ayu yang sudah mengalami asam garam kehidupan berusaha menegarkan Mei Hwa.
2. Trilogi Soekram - Sapardi Djoko Damono

Novel ini bercerita mengenai seorang tokoh cerita yang tiba-tiba melompat keluar dari ceritanya dan menggugat si pengarang. Ia mengajukan Pertanyaan-pertanyaan seperti kenapa ia tak selesai ditulis, mengapa ia tak bisa menentukan jalan ceritanya sendiri, mengapa ia tak bisa menjadi pengarang dan mengapa kisah cintanya begitu rumit. Cerita mengenai pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian dibungkus dalam kisah berlatar belakang kampus, rumah tangga dan huru-hara peristiwa Mei 1998.
1. Pulang - Leila S Chudori

Novel ini bercerita tentang drama keluarga, persahabatan, cinta, sekaligus pengkhianatan yang berlatar belakang berbagai peristiwa penting di Indonesia diantaranya 30 September 1965, Prancis Mei 1968, dan Indonesia Mei 1998. Cerita menyoroti tokoh bernama Dimas Suryo, seorang eksil politik yang berada langsung saat gerakan mahasiswa berkecamuk di Paris.
Diantara lembaran novel yang mengangkat peristiwa Mei 1998 di atas, yang mana saja yang sudah kamu baca?
