Produksi Gas Hidrogen Ramah Lingkungan Melalui Proses Elektrolisis Air

Dosen Departemen Kimia Universitas Andalas dan Peneliti Ilmu Material Sebagai Bahan Penyimpan Energi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tio Putra Wendari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam era ketika tantangan perubahan iklim semakin mendesak, energi hijau telah muncul sebagai solusi sumber energi masa depan yang berkelanjutan. Energi hijau, atau sering disebut energi terbarukan, merujuk pada sumber daya energi yang dapat diperbaharui secara alami dan tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca saat digunakan. Salah satu contohnya adalah gas hidrogen. Saat hidrogen digunakan sebagai bahan bakar baik mesin ataupun kendaraan, produk sampingan yang dihasilkan hanyalah air. Oleh karena itu, hidrogen merupakan pilihan energi yang sangat ramah lingkungan dan memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Salah satu proses pembentukan gas hidrogen adalah elektrolisis air. Konsep utama pada proses ini adalah pemecahan molekul air (H2O) menjadi dua komponen utamanya, yaitu hidrogen (H2) dan oksigen (O2) yang disebabkan aliran listrik. Proses ini terjadi dalam sebuah sel elektrolisis (electrolyzer) di mana air ditempatkan di antara dua elektroda yang terhubung dengan sumber listrik.
Elektroda yang terhubung dengan terminal positif dari sumber listrik disebut sebagai anoda, sedangkan elektroda yang terhubung dengan terminal negatif disebut sebagai katoda. Pada anoda, molekul air kehilangan elektron dan terurai menjadi oksigen dan proton. Proses ini dikenal sebagai oksidasi. Di sisi lain, pada katoda, elektron dari sumber listrik disalurkan ke molekul air, menyebabkan pembentukan hidrogen gas. Proses ini dikenal sebagai reduksi.
Selama elektrolisis air, oksigen dan hidrogen dipisahkan secara fisik oleh membran elektrolit yang memungkinkan hanya proton (H+) untuk melewati antara anoda dan katoda, sedangkan molekul air (H2O) tidak dapat melewati. Ini memastikan bahwa hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dipisahkan secara efisien untuk menghindari pembentukan campuran yang berpotensi sangat berbahaya.
Setelah tahap elektrolisis selesai, gas hidrogen yang dihasilkan dapat dikumpulkan sebagai gas murni. Proses ini memang membutuhkan energi listrik, namun jika sumber energi yang digunakan adalah energi terbarukan seperti tenaga surya atau angin, produksi hidrogen akan menjadi proses yang benar-benar ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan demikian, meskipun proses pembentukan hidrogen melalui elektrolisis air membutuhkan langkah-langkah yang cermat dan energi yang diperlukan, potensi untuk menghasilkan energi bersih dan ramah lingkungan adalah salah satu keuntungannya yang paling menonjol.
Dengan adanya pengembangan teknologi produksi hidrogen, kita semakin dekat dengan mewujudkan visi sebuah masyarakat yang menggunakan energi yang bersih dan berkelanjutan. Dengan fokus pada pengembangan dan implementasi solusi yang inovatif, hidrogen memiliki potensi besar untuk memainkan peran yang signifikan dalam menyokong transisi global menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
