Teknik Pemisahan Air Fotoelektrokimia (PEC) untuk Produksi Bahan Bakar Hidrogen

Tio Putra Wendari
Dosen Departemen Kimia Universitas Andalas dan Peneliti Ilmu Material Sebagai Bahan Penyimpan Energi
Konten dari Pengguna
15 Mei 2024 13:11 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Tio Putra Wendari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Teknologi pemisahan gas hidrogen dari molekul air melalui proses fotoelektrokimia (Sumber akses gratis: Nano Micro Letters)
zoom-in-whitePerbesar
Teknologi pemisahan gas hidrogen dari molekul air melalui proses fotoelektrokimia (Sumber akses gratis: Nano Micro Letters)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Dalam era yang semakin mendesak untuk mencari sumber energi yang ramah lingkungan, bahan bakar hidrogen telah muncul sebagai salah satu solusi yang menjanjikan. Hidrogen, dengan keunggulannya sebagai bahan bakar dengan kepadatan penyimpanan energi tinggi, dan ramah lingkungan telah menarik perhatian dunia sebagai alternatif yang menjanjikan bagi bahan bakar fosil.
ADVERTISEMENT
Metode konvensional dalam memproduksi hidrogen seperti reforming steam dan elektrolisis air telah lama digunakan. Namun, tantangan terus muncul dalam hal efisiensi, biaya, dan dampak lingkungan dari metode konventional tersebut. Selain itu efisiensi konversi energi yang rendah juga menjadi pertimbangan untuk mencari alternatif teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu teknologi terbaru dalam produksi hidrogen adalah melalui Teknik Pemisahan Air Fotoelektrokimia atau dalam bahasa inggrisnya Photoelectrochemical Water Splitting (PEC). Teknik ini menggabungkan kekuatan fotokatalis dengan elektrokimia untuk memecah molekul air menjadi hidrogen dan oksigen, menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi.
Rangkaian alat PEC terdiri dari beberapa komponen utama, termasuk fotokatalis, elektroda, dan sistem penyaluran air. Fotokatalis, biasanya berbahan semikonduktor seperti titanium dioksida (TiO2), berfungsi untuk menyerap energi cahaya matahari dan memicu reaksi fotokimia yang memecah molekul air. Elektroda kemudian bertindak sebagai katalis untuk reaksi elektrokimia, di mana hidrogen dan oksigen dipisahkan dan dikumpulkan.
ADVERTISEMENT
Salah satu alasan utama mengapa teknologi PEC dikembangkan sebagai metode modern adalah karena potensinya untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi hidrogen. Dibandingkan dengan metode konvensional seperti elektrolisis air yang memerlukan konsumsi energi yang tinggi, PEC menawarkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi cahaya matahari secara langsung. Hal ini dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi jejak karbon produksi hidrogen.
Meskipun potensinya yang besar, implementasi teknologi PEC masih dihadapkan pada beberapa tantangan. Peningkatan berkelanjutan dalam efisiensi, daya tahan, dan biaya masih diperlukan untuk kelangsungan pasar. Penelitian dan pengembangan material, perangkat, dan sistem PEC yang sedang berlangsung mencapai kemajuan dan membutuhkan sinergi dalam penelitian di berbagai bidang.
Efisiensi metode ini ditingkatkan melalui peningkatan penyerapan sinar matahari dan katalisis permukaan yang lebih baik. Selanjutnya daya tahan dan masa pakai ditingkatkan dengan material yang lebih kokoh dan lapisan permukaan pelindung. Terkahir biaya produksi hidrogen juga perlu diminimalisir melalui pengurangan biaya bahan dan proses produksi bahan.
ADVERTISEMENT