Konten dari Pengguna

Merasa Tertekan? Selamat, Anda Berarti Sedang Dipercaya Dunia!

Ubay Barokah Mrp

Ubay Barokah Mrp

Mahasiswa aktif Universitas Cendekia Abditama (UCA) - Prodi Pendidikan Agama Islam - Founder of Iqro Akademi

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ubay Barokah Mrp tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pressure terjadi di semua sendi kehidupan. Foto: Generated by AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pressure terjadi di semua sendi kehidupan. Foto: Generated by AI

Pernahkah Anda merasa ingin melempar laptop, keluar dari grup koordinasi organisasi, atau sekadar menghilang saat tumpukan tugas dan ekspektasi mulai mencekik leher? Bagi banyak mahasiswa dan pelajar saat ini, tekanan sering kali dianggap sebagai "musuh" yang harus dihindari demi kesehatan mental. Fenomena “quit-culture” atau kecenderungan untuk menyerah saat situasi mulai memanas menjadi pelarian yang makin umum. Kita sering merasa menjadi korban dari keadaan, padahal di balik rasa sesak itu, ada sebuah pengakuan tersirat dari dunia bahwa Anda adalah sosok yang mampu.

​Realitanya, fenomena tekanan mental di kalangan akademisi muda memang meningkat. Data dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) menunjukkan bahwa 1 dari 3 remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Angka ini setara dengan 15,5 juta dan 2,45 juta remaja. Di sisi lain, tren “Quiet Quitting” dan rendahnya resiliensi (daya lenting) menjadi tantangan besar di dunia kerja maupun kampus. Banyak yang salah mengartikan "ketenangan" dengan "ketiadaan beban", padahal sejarah mencatat bahwa inovasi terbesar manusia lahir dari tekanan yang luar biasa mulai dari penemuan vaksin di tengah pandemi hingga lahirnya gerakan reformasi dari tangan mahasiswa yang terhimpit keadaan.

Tekanan sebagai "Surat Kepercayaan"

​Kita harus berani membedah ulang makna tekanan. Mengapa seorang dosen memberikan revisi yang tajam pada skripsi Anda? Mengapa sebuah organisasi mempercayakan tanggung jawab besar pada pundak Anda? Jawabannya sederhana: karena mereka melihat potensi yang bisa digali. Dunia tidak akan membuang energi untuk menekan sesuatu yang tidak memiliki nilai. Jika Anda tidak memiliki kapasitas, Anda akan diabaikan. Maka, merasa tertekan sebenarnya adalah indikator bahwa Anda masih relevan, masih diperhitungkan, dan masih memiliki peran penting dalam ekosistem Anda.

​Pernahkah Mendengar: Pressure is a Privilege?

​Legenda tenis dunia, Billie Jean King, pernah berucap: "Pressure is a privilege." Kalimat ini bukan sekadar kata mutiara, melainkan sebuah perubahan paradigma. King menegaskan bahwa tekanan biasanya datang kepada mereka yang memiliki kesempatan untuk membuat perbedaan. Tekanan adalah hak istimewa yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang berada di "lapangan permainan", bukan penonton di tribun yang hanya bisa melihat tanpa beban. Saat Anda merasa tertekan, itu adalah bukti bahwa Anda sedang memegang kendali atas sesuatu yang berharga.

​Mengelola, Bukan Menghindari

​Menjadikan tekanan sebagai privilese bukan berarti kita harus mengabaikan kesehatan mental. Solusinya adalah dengan Regulasi Emosi dan Manajemen Energi:​Re-framing: Ubah narasi "Aku harus melakukan ini" menjadi "Aku beruntung diberikan kesempatan untuk melakukan ini."

  1. ​Metode Micro-Steps: Pecah tekanan besar menjadi tugas-tugas kecil yang bisa dikelola agar otak tidak mengalami freeze.

  2. ​Filter Ekspektasi: Bedakan mana tekanan yang membangun (untuk pertumbuhan diri) dan mana tekanan yang toksik (yang merusak integritas).

​Dengan mengubah sudut pandang ini, pembaca terutama rekan-rekan mahasiswa tidak lagi melihat tantangan sebagai beban yang menghancurkan, melainkan sebagai "bahan bakar" untuk naik kelas. Anda akan memiliki daya tahan (grit) yang lebih kuat, mentalitas pemimpin yang tangguh, dan yang terpenting: rasa syukur di tengah kesibukan. Ingatlah, berlian hanya bisa terbentuk di bawah tekanan yang ekstrem. Jika hari ini Anda merasa tertekan, selamatvdunia sedang mempersiapkan Anda untuk menjadi sesuatu yang berkilau.