Konten dari Pengguna

Gerakan UI Mengajar 16 Resmi Dibuka, Ini Pesan Anies Baswedan untuk Pengajar

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UI Mengajar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Bersama dalam Pembukaan Gerakan Universitas Indonesia Mengajar (GUIM) Angkatan 16 Bersama Para Narasumber
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama dalam Pembukaan Gerakan Universitas Indonesia Mengajar (GUIM) Angkatan 16 Bersama Para Narasumber

Gerakan UI Mengajar (GUIM) 16 resmi membuka rangkaian programnya melalui Grand Opening di Aula Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan pengabdian GUIM 16, setelah sebelumnya tim melaksanakan Jajak Pertama di 10 kecamatan Kabupaten Banjarnegara untuk memetakan kandidat lokasi aksi.

Mengusung tema “Menyelaraskan Arah Pendidikan yang Berdaya: Bersama Gemakan Cinta Anak Bangsa”, kegiatan ini menjadi ruang pembekalan bagi para pengajar sebelum menjalankan rangkaian pengabdian di masyarakat.

Gerakan UI Mengajar 16 menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan Dr. H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. selaku Founder Indonesia Mengajar; Erlangga Ubaszti Putra selaku Co-Founder dan Director of Business Development Indonesian Institute for Education Reform; serta Dr. Andriana Soekandar Ginanjar, M.S., Psikolog selaku psikolog dan Ketua Yayasan Autisme Indonesia. Diskusi dimoderatori oleh Farida Doa Valentina, Pengajar Gerakan UI Mengajar 12.

Anies tekankan kerendahan hati bagi pengajar

Sesi Talkshow pada Pembukaan Gerakan Universitas Indonesia Mengajar (GUIM) Angkatan 16 Bersama Para Narasumber

Dalam sesi Grand Opening Gerakan UI Mengajar 16, Anies Baswedan menyampaikan bahwa seorang pengajar perlu datang ke masyarakat dengan kerendahan hati. Menurutnya, kehadiran pengajar bukan semata-mata untuk menyampaikan materi pembelajaran, melainkan juga menjalankan peran untuk mendidik, menginspirasi, dan menggerakkan masyarakat.

“Sebagai pengajar, kita harus membawa kerendahan hati ketika datang ke sana. Peran kita bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik, menginspirasi, dan menggerakkan. Karena itu, datanglah dengan kesopanan,” ujar Anies.

Ia menilai sikap tersebut penting karena pengajar akan berhadapan langsung dengan masyarakat dengan latar belakang dan pengalaman kehidupan yang beragam. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas.

Pengalaman mengajar dapat menjadi bekal kepemimpinan

Selain menekankan sikap pengajar, Anies menyampaikan bahwa pengalaman terjun langsung ke masyarakat dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam perjalanan mereka sebagai pemimpin. Interaksi dengan masyarakat memungkinkan mahasiswa melihat persoalan kehidupan secara lebih dekat dan memahami kondisi yang mungkin tidak ditemukan di lingkungan kampus.

Ia berharap Gerakan UI Mengajar dapat memfasilitasi mahasiswa untuk belajar dari kehidupan nyata, terutama melalui pengalaman bersama masyarakat yang berada jauh dari pusat perekonomian. Menurutnya, berhadapan dengan kondisi tersebut dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai keragaman tantangan yang dihadapi masyarakat.

Gerakan UI Mengajar 16 hadirkan ruang kolaborasi pendidikan

Gerakan UI Mengajar 16 melanjutkan semangat pengabdian yang telah dibangun pada angkatan sebelumnya. Pada angkatan ke-15, Gerakan UI Mengajar membangun kolaborasi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon dalam mendukung pengabdian masyarakat berbasis pendidikan dasar yang inklusif. Kini, pada angkatan ke-16, Gerakan UI Mengajar menyasar Kabupaten Banjarnegara sebagai wilayah pengabdian.

Melalui Grand Opening, Gerakan UI Mengajar 16 berharap dapat menyatukan semangat para pengajar sebelum melaksanakan rangkaian pengabdian. Melalui kegiatan ini, para pengajar akan mendapatkan perspektif dari berbagai pihak mengenai pendidikan, pemberdayaan, serta tantangan yang dihadapi masyarakat.

Melalui rangkaian programnya, Gerakan UI Mengajar 16 berharap para mahasiswa dapat hadir sebagai pengajar yang tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga belajar, memahami, dan bertumbuh bersama masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan GUIM 16 dalam membawa kontribusi pendidikan yang relevan dan berdaya.

#MelangkahBersamaGemakanCita