Konten dari Pengguna

Teknik dan Kedokteran: Bersinergi Hadirkan Inovasi Dunia Medis Ramah Lingkungan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UKM EINSTEIN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan sharing bersama antar mahasiswa bisa membawa berbagai macam ide dan inovasi. Obrolan tentang kolaborasi teknologi dengan kesehatan menjadi topik diskusi antara mahasiswa UKM Einstein dari Fakultas Teknik dan mahasiswa UKM SRCR dari Fakultas Kedokteran. Kedua unit kegiatan ini memiliki latar belakang kepenulisan ilmiah dan penelitian yang menjadi landasan utama kesatuan juga keserasian isi bahasan dalam artikel ini.

Perkembangan teknologi pada era kontemporer telah menjadi faktor dominan yang memengaruhi dinamika kehidupan manusia di berbagai bidang. Revolusi digital, kemajuan sistem informasi, dan inovasi di sektor teknik tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga membuka peluang baru dalam upaya peningkatan kualitas hidup. Dalam perkembangan teknologi yang pesat tentu linear dengan inovasi yang dihasilkan. Hal ini menjadi kajian menarik karena menunjukkan bagaimana teknologi berperan penting dalam mendukung berbagai disiplin ilmu, termasuk kedokteran. Bidang medis sendiri mengalami transformasi signifikan dengan hadirnya perangkat berbasis kecerdasan buatan, metode diagnosis yang lebih presisi, hingga integrasi data kesehatan yang mampu mempercepat pengambilan keputusan klinis. Perubahan ini menandakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan tidak lagi bersifat parsial, melainkan semakin menekankan pada sinergi antardisiplin. Salah satu bentuk nyata dari sinergi tersebut adalah kolaborasi antara teknik dan kedokteran, yang kemudian melahirkan bidang biomedical engineering atau rekayasa biomedis.

Kolaborasi ini tidak hanya menekankan pada aspek pengembangan teknologi medis semata, melainkan juga mencakup pengaruh teknologi terhadap gaya hidup masyarakat serta isu keberlanjutan (sustainability) yang menjadi tantangan global. Dengan demikian, artikel ini akan membahas pandangan dari sudut teknik dan kedokteran mengenai biomedis, pengaruh teknologi dalam gaya hidup, serta keberlanjutan teknologi dalam dunia kesehatan.

1. Biomedical Engeenering

"Mengecek gula darah bagi penderita diabetes"

Dalam hal ini, kita menggunakan teknologi sebagai pendukung dalam diagnosa dan pengambilan keputusan. Inovasi ini menggunakan AI (Artificial Intelligence) yang dimana dapat mengatur dosis insulin untuk pasien secara otomatis dengan mengambil data yang dibutuhkan. Hal ini tentunya dapat menjadi lebih efisien, jika dilakukan secara manual akan membutuhkan tahapan panjang dari pengecekan bekala dan penyuntikan dosis insulin secara manual. Selain itu terdapat alat bernama Smartwactch yang dapat mendeteksi detak jantung, tekanan darah, dan data kesehatan lain dengan instan. Hal ini dapat memudahkan pengguna dalam mengetahui keadaan kesehatan terkini dan mendukung penggunanya untuk mengambil keputusan dengan tanggap. Walaupun memiliki data kesehatan terkini, teknologi diagnosis ini tetap membutuhkan SDM yang terampil dan benar-benar paham akan hasil diagnosa dari teknologi tersebut. Perlu diketahui juga terdapat bebedapa hasil dari teknologi Smartwatch itu yang belum akurat sepenuhnya dan membutuhkan diagnosa lebih lanjut oleh tenaga kesehatan. Hasil yang ada akan berdampak kepada keputusan medis yang akan diberikan tenaga kesehatan kepada pasien kedepannya.

2. Pengaruh Teknologi Terhadap Gaya Hidup

"Orang bersepedah dan catatan kebugarannya"

Semakin cepat perkembangan teknologi ternyata berpengaruh terhadap gaya hidup penggunanya. Digitalisasi membuat semua hal dilakukan serba cepat dan simpel, hal ini mengakibatkan dampak positif maupun negatif. Dampak positif yang dihasilkan dari perkembangan teknologi adalah munculnya motivasi baru dalam mengajak masyarakat untuk hidup lebih sehat. Contoh nyata sekarang adalah aplikasi STRAVA yang menjadi ajang masyarakat dalam unjuk hasil dari olahraga mereka, aplikasi ini biasa digunakan untuk mengetahui jarak tempuh lari dengan waktu tertentu lalu dibagikan ke sosial media. Hal ini dapat memicu individu lain untuk saling berlomba dalam olahraga, namun dalam hal ini aplikasi STRAVA menimbulkan dampak negatif dimana munculnya “penjoki” yang membuat masyarakat lebih mementingkan validasi dibandingkan kerja keras sendiri. Melencengnya tujuan awal STRAVA sebagai motivasi untuk hidup sehat menjadi ajang pamer untuk mendapatkan apresiasi dengan cara yang tidak jujur.

Tidak hanya pada ranah kesehatan, teknologi juga memengaruhi gaya hidup dalam aspek mobilitas. Kehadiran aplikasi ojek online menjadi pilihan untuk kita yang mempunyai masalah mobilitas, tentunya ini hal ini menimbulkan dampak positif bagi masyrakat. Namun hal negatif yang ditimbulkan ternyata berpengaruh terhadap gaya hidup, tiap orang lebih memilih menggunakan aplikasi ojek online sebagai opsi pertama dalam melakukan perjalanan meskipun jarak yang ditempuh dapat dilakukan dengan jalan kaki. Timbulnya rasa malas membuat jalan kaki bukan suatu prioritas untuk menempuh jarak dekat dikarenakan adanya aplikasi ojek online.

3. Sustainibility Teknologi dalam Dunia Medis

"Bersama-sama menjaga bumi"

Isu keberlanjutan (sustainability) menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam perkembangan teknologi kesehatan. Kemajuan teknologi memang mampu menghadirkan inovasi untuk mendukung layanan medis yang lebih efektif dan efisien, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan baru berupa dampak lingkungan. Salah satu isu utama adalah bagaimana teknologi medis menghasilkan limbah yang memerlukan penanganan khusus. Jika tidak dikelola dengan tepat, limbah tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan maupun pencemaran lingkungan. Berkaitan dengan hal tersebut, fokus kajian dalam bagian ini diarahkan pada pengelolaan limbah medis, khususnya yang masih memiliki potensi untuk diolah kembali (recyclable dan non-infeksius). Pendekatan ini penting agar inovasi teknologi kesehatan tidak hanya memberikan manfaat klinis, tetapi juga tetap berkelanjutan dari perspektif lingkungan.

Dalam hal ini, kita perlu fokus pada limbah yang dihasillkan, dikarenakan aspek limbah yang menjadi perhatian tiap-tiap orang dan menjadi pertimbangan apakah inovasi ini akan tetap berlanjut atau sebaiknya berhenti. Kita semua tahu limbah medis sangat susah untuk didaur ulang dikarenakan terdapat senyawa kimia yang jika terpapar akan menimbulkan penyakit. Untuk itu dalam pembahasan ini kita berfokus pada limbah yang recyclable dan non-infeksius. Limbah ini dapat kita daur ulang dengan adanya inovasi dari teknologi.

Kita ambil contoh sarung tangan latex yang biasa ditemui dalam dunia medis ternyata dapat menjadi salah satu campuran bahan dalam pembuatan solar. Limbah medis lain seperti botol obat cair, dan kemasan obat yang terbuat dari kaca juga plastik dapat didaur ulang dalam pembuatan paving block. Hasil limbah yang terbuat dari plastik dan kaca dapat menjadi bahan pendukung dalam pembuatan beton, yang nantinya dapat dijadikan paving block. Meskipun mutu yang dihasilkan tidak sekuat beton pada umumnya, rekayasa ini merupakan bukti bahwa penerapan ilmu teknik dalam dunia medis masih berkelanjutan di masa depan.

Kesimpulan

Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam dunia kedokteran maupun kehidupan sehari-hari masyarakat. Kolaborasi antara bidang teknik dan kedokteran membuka peluang besar dalam pengembangan biomedical engineering yang mendukung proses diagnosis, pengobatan, serta pemantauan kesehatan secara lebih efisien. Namun demikian, inovasi ini tidak terlepas dari tantangan, baik berupa pergeseran gaya hidup masyarakat yang cenderung lebih praktis namun berpotensi menurunkan aktivitas fisik, maupun persoalan keberlanjutan akibat timbulnya limbah medis yang sulit dikelola.

Dengan demikian, keberhasilan penerapan teknologi dalam bidang kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan inovasi, tetapi juga oleh bagaimana masyarakat, tenaga medis, dan insinyur teknik mampu memanfaatkannya secara bijak serta mempertimbangkan aspek lingkungan. Kolaborasi lintas disiplin yang berorientasi pada

keberlanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa teknologi kesehatan dapat terus berkembang tanpa mengorbankan kualitas hidup maupun kelestarian lingkungan di masa depan.

"Dokumentasi acara Benchmarking antara UKM Einstein dan UKM SRCR"