Bukan Sekadar Angka, Analisis Statistik Membantu Bisnis Menentukan Arah Usahanya

Mahasiswa Universitas Pamulang yang Bekerja sebagai Affiliate yang ingin terus Berkembang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Umi Tusiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memanfaatkan data penjualan, pelanggan, biaya, dan promosi untuk membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih tepat dan objektif.
Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, mengambil keputusan hanya berdasarkan perasaan atau perkiraan sudah tidak cukup. Pelaku usaha perlu melihat data yang dimiliki, seperti data penjualan, jumlah pelanggan, biaya produksi, dan keuntungan. Salah satu cara untuk memahami data tersebut adalah melalui analisis statistik.
Bagi sebagian orang, statistik mungkin terdengar rumit karena berkaitan dengan angka, rumus, dan perhitungan. Padahal, dalam bisnis, statistik dapat digunakan secara sederhana untuk membantu memahami kondisi usaha. Yang terpenting bukan hanya hasil perhitungannya, tetapi bagaimana hasil tersebut digunakan dalam mengambil keputusan.
Contohnya: Pemilik usaha makanan dapat mencatat penjualan setiap hari. Dari data tersebut, pemilik usaha bisa menghitung rata-rata penjualan dan melihat apakah penjualan mengalami peningkatan atau penurunan. Jika penjualan meningkat pada akhir pekan, produksi bisa ditambah pada waktu tersebut. Sebaliknya, ketika penjualan menurun, jumlah produksi dapat disesuaikan agar tidak terjadi pemborosan.
Analisis statistik juga dapat membantu melihat hubungan antara promosi dan penjualan. Data biaya promosi dapat dibandingkan dengan hasil penjualan untuk mengetahui apakah promosi yang dilakukan memberikan hasil yang sesuai.
Menurut saya, hal ini juga penting bagi UMKM. Mereka tidak harus menggunakan sistem yang rumit. Pencatatan sederhana melalui buku atau spreadsheet sudah bisa menjadi langkah awal. Data yang dicatat secara rutin dapat digunakan untuk mengevaluasi usaha dan menentukan strategi berikutnya.
Pada akhirnya, statistik bukan sekadar angka dan rumus. Jika data diolah dan dipahami dengan tepat, hasilnya dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih objektif. Dengan data, bisnis tidak hanya berjalan berdasarkan feeling, tetapi memiliki dasar yang lebih kuat untuk menentukan arah dan berkembang.
Oleh: Umi Tusiana
Mahasiswa Universitas Pamulang
