Konten dari Pengguna

Dosen Agribisnis UMY Kelola Lahan Gambut Melalui Sistem Paludikultur

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paludikultur adalah budi daya tanaman tanpa drainase pada lahan gambut yang basah atau telah dilakukan pembahasan dengan memilih spesies rawa asli gambut. Gambut merupakan material yang terbentuk secara alami dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dan terakumulasi pada rawa.

Foto Kegiatan Berlangsung
zoom-in-whitePerbesar
Foto Kegiatan Berlangsung

Dosen Program Studi Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Aris Slamet Widodo melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Muhuran dan Desa Minta, Kalimantan Timur. Pengabdian ini berupa pengelolaan lahan gambut dengan sistem paludikultura bagi masyarakat dua desa tersebut.

Masyarakat Desa Muhuran dan Desa Minta sebagian besar berprofesi sebaga petani dan nelayan. Kedua desa ini mempunyai permasalahan yang sama, yaitu sulitnya melakukan kegiatan bercocok tanam, karena lahan sering terendam air yang diakibatkan hujan ataupun derasnya aliran sungai di daerah lahan pertanian.

Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Aris bersama dengan tim pengabdian menggunakan metode uji jenis tanaman komoditas hortikultura dalam polybag. Metode ini merupakan cara langsung dalam menentukan jenis komoditas yang paling sesuai dengan kondisi tanah di lokasi program. Kelompok Tani atau Wanita Tani juga ikut terlibat dalam memantau setiap proses uji komoditas tanaman, sehingga petani mengetahui jenis tanaman hortikultura yang dapat dikembangkan.

Foto Kegiatan di Desa Minta

Berdasarkan hasil pengujian polybag di Desa Muhuran, diketahui jenis tanaman pangan yang dapat dikembangkan adalah padi. Kemudian tanaman holtikultura yang cocok untuk kegiatan bertani, adalah tomat, terong, kacang panjang, sawi, bayam, dan kangkung. Sedangkan tanaman cabai dan selada menunjukkan perkembangan yang kurang baik.

Sedangkan pada Desa Minta tanaman pangan yang dapat dikembangkan adalah padi dan jagung. Tanaman holtikultura yang dapat di budi dayakan, adalah cabai, terong, kacang panjang, sawi, bayam, dan kangkung. Sayangnya tanaman tomat menunjukkan pertumbuhan yang kurang baik, buahnya sedikit dan kecil.

Melalui pengabdian yang ini masyarakat Desa Muhuran dan Desa Minta mengetahui cara mengatasi permasalahan lahan pertanian yang terendam. Melalui pengabdian ini masyarakat dapat memanfaatkan lahan baik untuk budi daya tanaman pangan seperti padi dan jagung, maupun tanaman sayur-sayuran lainnya.