Konten dari Pengguna

Dosen Farmasi UMY Hadirkan Edukasi QR Code untuk Penggunaan Spiriva Respimat

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dosen Farmasi UMY Hadirkan Edukasi QR Code untuk Penggunaan Spiriva Respimat
zoom-in-whitePerbesar

Mega Octavia, dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pengembangan model edukasi digital berbasis QR code untuk penggunaan Spiriva Respimat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didukung oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas edukasi pasien terkait penggunaan Spiriva Respimat, yaitu sediaan inhaler yang memerlukan teknik penggunaan khusus agar manfaat terapinya dapat diperoleh secara optimal,” jelas Mega Octavia. Ia menambahkan bahwa latar belakang kegiatan ini adalah masih perlunya edukasi berulang bagi pasien karena teknik penggunaan inhaler yang relatif kompleks dan sering kali sulit diingat setelah konseling dilakukan.

Kegiatan pengabdian diawali dengan penyusunan naskah video edukasi, dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama apoteker untuk mematangkan materi dan memastikan kesesuaian konten dengan kebutuhan pasien. Setelah itu dilakukan proses pengambilan gambar (shooting), penyuntingan video, pembuatan QR code, serta integrasi video edukasi ke kanal YouTube resmi RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta. QR code kemudian dicetak dan ditempelkan pada kemasan obat sehingga pasien dapat dengan mudah mengakses video edukasi kapan saja melalui telepon pintar mereka.

Program ini diimplementasikan kepada pasien pengguna Spiriva Respimat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pasien setelah memperoleh edukasi melalui video berbasis QR code. Selain itu, seluruh peserta menyatakan puas terhadap media edukasi yang dikembangkan karena mudah diakses, mudah dipahami, dan dapat diputar kembali sesuai kebutuhan.

Tidak hanya memberikan manfaat kepada peserta kegiatan, media edukasi tersebut juga menunjukkan dampak yang lebih luas melalui platform digital rumah sakit. Dalam kurun waktu sekitar dua bulan sejak dipublikasikan, video edukasi penggunaan Spiriva Respimat telah ditonton sebanyak 1.114 kali melalui kanal YouTube RS AMC Muhammadiyah. Video tersebut juga memperoleh tanggapan positif dari pengguna yang menyatakan bahwa materi yang disampaikan sangat membantu dan bermanfaat dalam memahami cara penggunaan Spiriva Respimat secara benar. Capaian ini menunjukkan bahwa media edukasi yang dikembangkanmampu menjangkau masyarakat lebih luas dan tetap memberikan manfaat bahkan setelah kegiatan pengabdian selesai dilaksanakan.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap inovasi edukasi digital berbasis QR code dapat menjadi model layanan farmasi yang berkelanjutan, mudah diterapkan, serta dapat dikembangkan untuk berbagai obat dan alat kesehatan lain yang memerlukan teknik penggunaan khusus. Kegiatan ini juga mendukung transformasi layanan kesehatan digital sekaligus memperkuat peran apoteker dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien, sejalan dengan komitmen UMY dalam mewujudkan kampus berdampak melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Editor: Fildasari