Konten dari Pengguna

Dosen FPB UMY Gerakkan Usaha Bahasa di Dusun Bangunjiwo

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat
zoom-in-whitePerbesar
Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat

Endro Dwi Hatmanto, Dosen Fakultas Pendidikan Bahasa (FPB), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), laksanakan pengabdian di Dusun Bangunjiwo Barat, Kasihan, Bantul. Pengabdian yang dilaksanakan Selasa (26/7) ini bertujuan untuk membantu warga desa Bangunjiwo Barat, Kasihan, Bantul untuk mengembangkan ekonomi sekaligus mencipakan ekosistem dan lingkungan pendidikan, dimulai dengan kursus pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa-siswa sekolah di sekitar Bangunjiwo Barat.

Endro bersama dengan tim pengabdian melaksanakan kegiatan ini dalam tiga tahapan, yakni persiapan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi.

Pertama, pada tahap ini dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, pengembangan media promosi, rencana pembelajaran dan juga materi ajar, dan pengembangan instrument pre-test dan post-test. Selain itu, pada tahap ini penjaringan peserta pelatihan dilakukan

Kedua, tahap implementasi dengan dilaksanakan kursus bahasa Inggris dengan peserta terbatas secara luring dengan mengikuti protocol Covid-19. Sebagai awalan, untuk menggerakkan usaha di bidang bahasa, maka fokus yang diutamakan yakni English for communicative purposes.

Ketiga, yakni refleksi dan evaluasi, yakni dilakukan analisis terhadap hasil belajar peserta. Selain itu tim akan meminta pendapat, saran, dan masukan dari peserta dan warga, khususnya wali murid yang putra- putri yang telah bergabung terkait dampak dan harapan mereka terkait program ini.

Kepala sekolah dan para guru menyatakan bahwa langkah untuk menginisasi program kursus Bahasa Inggris akan memberikan manfaat bagi para siswa. Hal ini karena pengajaran di sekolah biasanya tidak difokuskan pada speaking sehingga para siswa mengalami kekurangan kompetensi dalam berbicara Bahasa Inggris.