Dosen UMY Dampingi Dakwah Digital Majelis Tabligh PCA Bantul

Berita tentang UMY
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama Majlis Tabligh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Bantul. Kegiatan yang mengangkat tema “Peningkatan Kapasitas Majlis Tabligh dalam Pengelolaan Resolusi Konflik di Ruang Digital” tersebut dilaksanakan pada 12 Februari 2026 di Kantor Lazismu Kecamatan Bantul.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas para penggerak dakwah agar mampu memahami sekaligus merespons berbagai dinamika konflik yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya konflik yang muncul dan menyebar melalui ruang digital. Perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah memberikan ruang yang luas bagi aktivitas dakwah, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan berupa perbedaan pandangan, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, ujaran provokatif, hingga konflik antarindividu maupun kelompok.
Sebagai narasumber, Dr. Surwandono memberikan pemaparan mengenai konsep dasar resolusi konflik, dakwah digital, serta strategi melakukan resolusi konflik di dunia maya. Dalam paparannya, peserta diajak memahami bahwa konflik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial. Konflik tidak selalu harus dipandang sebagai sesuatu yang negatif, tetapi perlu dikelola secara konstruktif agar dapat menghasilkan penyelesaian yang memberikan manfaat bagi berbagai pihak.
Dr. Surwandono juga menjelaskan pentingnya memahami karakter ruang digital dalam aktivitas dakwah. Dunia maya memiliki karakter yang berbeda dengan ruang interaksi tatap muka. Informasi dapat menyebar dengan sangat cepat, sementara respons terhadap sebuah pernyataan sering kali diberikan secara spontan tanpa mempertimbangkan konteks secara utuh. Kondisi tersebut dapat memperbesar kesalahpahaman dan memicu eskalasi konflik.
Karena itu, para penggerak Majlis Tabligh perlu memiliki kemampuan literasi digital dan komunikasi yang memadai. Dakwah digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi dan menyebarkan konten keagamaan, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi yang sejuk, menghargai perbedaan, serta mampu menjadi bagian dari proses penyelesaian konflik di ruang publik digital.
Dalam sesi berikutnya, peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana melakukan resolusi konflik di dunia maya. Beberapa pendekatan yang ditekankan antara lain kemampuan mengidentifikasi sumber konflik, memahami posisi dan kepentingan para pihak, menghindari respons emosional, melakukan verifikasi informasi, serta membangun komunikasi yang persuasif dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Pendekatan tersebut dinilai penting agar aktivitas dakwah tidak justru memperlebar jarak dan perbedaan di tengah masyarakat.
Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sangat antusias. Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta dalam menyimak materi, menyampaikan pertanyaan, serta mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan dinamika dakwah dan konflik di media digital. Diskusi berlangsung interaktif karena peserta dapat mengaitkan materi yang disampaikan dengan pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam aktivitas dakwah sehari-hari.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan seperangkat laptop dari UMY kepada Majlis Tabligh PCA Bantul. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan aktivitas dakwah digital, terutama dalam produksi, pengelolaan, dan penyebarluasan konten dakwah yang edukatif, moderat, dan responsif terhadap perkembangan masyarakat.
Ketua Divisi Majlis Tabligh, Ustadzah Raudhatul Janna, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada UMY atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan tambahan wawasan dan keterampilan yang relevan bagi para penggerak Majlis Tabligh dalam menghadapi perkembangan dakwah di era digital.
Kolaborasi antara UMY dan Majlis Tabligh PCA Bantul tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas kader dakwah. Dengan kemampuan resolusi konflik dan literasi digital yang semakin baik, Majlis Tabligh diharapkan mampu menghadirkan dakwah yang mencerahkan, membangun dialog, meredam konflik, serta memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang semakin terkoneksi secara digital.
