Konten dari Pengguna

Dosen UMY dan Pemkab Morowali Utara Bekali Pelajar Kesehatan hingga Digital

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dosen UMY dan Pemkab Morowali Utara Bekali Pelajar Kesehatan hingga Digital
zoom-in-whitePerbesar

Morowali Utara – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Khusus Morowali Utara. Program ini menyasar pelajar sekolah menengah dengan memberikan pembekalan di bidang kesehatan, keselamatan, literasi obat, kesehatan lingkungan, hingga keterampilan digital.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 dengan melibatkan dosen UMY dari berbagai bidang keilmuan. Pendekatan lintas disiplin dipilih untuk memberikan pembekalan yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda di Morowali Utara.

Sebanyak enam dosen UMY terlibat dalam rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA.; Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes.; Dr. Al Afik, S.Kep., Ns., M.Kep.; Prof. Dr. drh. Tri Wulandari Kesetyaningsih, M.Kes.; Apt. RR. Sabtanti Harimurti, S.Si., M.Sc., Ph.D.; serta Cahya Damarjati, S.T., M.Eng., Ph.D.

Enam Bidang Pembekalan untuk Pelajar

Salah satu program dalam PkM Skema Khusus tersebut adalah edukasi kesehatan gigi dan mulut yang dipimpin Laelia Dwi Anggraini dari Program Studi Kedokteran Gigi UMY.

Melalui edukasi interaktif, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sekaligus keterampilan untuk menerapkan kebiasaan perawatan gigi dalam kehidupan sehari-hari.

Materi kesehatan reproduksi juga diberikan kepada pelajar. Program yang dipimpin Supriyatiningsih dari Program Studi Kedokteran UMY tersebut bertujuan memberikan informasi kesehatan reproduksi yang tepat dan bertanggung jawab bagi remaja.

Sementara itu, Al Afik dari Program Profesi Ners UMY memberikan Basic Life Support Training. Pelatihan ini membekali siswa dengan kemampuan dasar untuk memberikan respons awal ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan sebelum memperoleh pertolongan medis lanjutan.

Dari sisi kesehatan lingkungan, tim yang dipimpin Tri Wulandari Kesetyaningsih dari Program Studi Kedokteran UMY memberikan edukasi mengenai pengendalian nyamuk vektor demam berdarah. Pelajar diajak memahami pentingnya pencegahan dan pengelolaan lingkungan untuk mengurangi risiko penyakit.

Program berikutnya datang dari bidang farmasi. Sabtanti Harimurti memberikan edukasi mengenai DAGUSIBU, yaitu cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai penggunaan obat yang aman, baik bagi siswa maupun lingkungan keluarga mereka.

Selain kesehatan, keterampilan digital turut menjadi bagian dari program. Cahya Damarjati dari Program Studi Teknologi Informasi UMY memberikan pelatihan computational thinking kepada siswa.

Melalui pelatihan tersebut, siswa dikenalkan dengan cara berpikir logis, sistematis, dan terstruktur dalam memecahkan masalah. Keterampilan ini menjadi salah satu kemampuan yang relevan bagi pelajar dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Dorong Kolaborasi Berkelanjutan

Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Skema Khusus Morowali Utara mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, antara lain melalui penyediaan fasilitas kegiatan dan dukungan peserta dari kalangan siswa sekolah menengah.

Dalam dokumen kemitraan, Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara tercatat sebagai mitra dalam pelaksanaan program-program pengabdian kepada masyarakat tersebut.

Laelia Dwi Anggraini mengatakan program ini diharapkan menjadi bagian dari kolaborasi yang dapat terus dikembangkan antara UMY dan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara.

“Kami berharap kolaborasi UMY dan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dapat terus dikembangkan. Pengabdian masyarakat menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk membawa ilmu pengetahuan langsung kepada masyarakat, sekaligus membangun program yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” ujar Laelia.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat membuka peluang pengembangan program dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, hingga publikasi ilmiah.

Melalui Direktorat Riset dan Pengabdian melalui Skema Khusus Morowali Utara, UMY berupaya menghadirkan kontribusi perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penguatan keterampilan masyarakat.

Bagi pelajar, pembekalan kesehatan, kemampuan menghadapi kondisi darurat, literasi obat, pemahaman kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, serta keterampilan digital diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Penulis: Fildasari