Dosen UMY Dorong Kreativitas Anak Usia Dini Lewat Permainan Edukatif

Berita tentang UMY
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada tanggal 30 Juni 2024, Dosen Program Studi Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia melaksanakan program pengabdian di Rumah Dakwah Gombak Kuala Lumpur Malaysia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan Ayah dalam pengasuhan anak. Karena masih banyak ditemukan keluarga yang harus berjuang tanpa ayah (Fatherless). Ketangguhan, kasih sayang, dan bimbingan dari ayah sangat diperlukan agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan bahagia.
Kegiatan ini terdiri dari dua sesi utama, yaitu seminar tentang perubahan mindset orang tua bahwa mendidik anak itu kewajiban ayah dan ibu, bukan ibu saja. Pembentukan kepribadian anak itu membutuhkan bimbingan ayah dan ibu dalam keluarga sakinah.
Prof.Dr.Akif Khilmiyah, M.Ag, selaku ketua tim pengabdian dan sekaligus sebagai pemateri dalam seminar pengabdian ini, menjelaskan bahwa dampak Pengasuhan tanpa Ayah (fatherless) adalah anak sering mengalami kesedihan, kesepian, dan kurang percaya diri. Kekurangan figur ayah dapat meningkatkan kemungkinan anak-anak terlibat dalam perilaku yang menyimpang, seperti kenakalan remaja.
Selanjutnya dijelaskan pula bahwa Strategi Membangun Hubungan Positif dengan Anak dapat dilakukan dengan cara: 1) meluangkan waktu berkualitas bersama anak untuk mendengarkan, bermain, dan berbagi cerita. 2) menunjukkan dukungan emosional, seperti , perhatian,kasih sayang, dan kepercayaan untuk membangun rasa aman dan nyaman. 3) memberi bimbingan moral, seperti mengajarkan nilai-nilai positif dan disiplin diri yang akan membantu anak tumbuh menjadi insan yang baik.
Kholifatul Fauziah, S.Sos.I., M.A., selaku Anggota tim pengabdian, turut mendampingi saat bimbingan teknis cara melatih ayah dalam membangun hubungan komunikasi dengan anak. Untuk memulihkan Hubungan Bapak-Anak. 1) Akui Kesalahan: Mengakui kesalahan dan bertanggung jawab dapat membangun kepercayaan dan membuka jalan perbaikan hubungan. 2) Komunikasi Terbuka: Berdialog secara terbuka dan mendengarkan kebutuhan anak dapat mempererat ikatan emosional. 3) Upaya Konsisten: Membangun hubungan yang positif membutuhkan kesabaran dan upaya konsisten dari kedua belah pihak.
Untuk mewujudkan Keluarga Sakinah dibutuhkan : 1) Cinta: Menanamkan cinta, kasih sayang, dan empati di dalam keluarga. 2) Kedamaian: Membangun suasana damai, harmonis, dan saling menghargai. 3) Kebersamaan: Memupuk rasa kebersamaan, saling mendukung, dan saling percaya. 4) Spiritualitas : Menjalankan ajaran agama dan menjadikan iman sebagai fondasi keluarga.
Kegiatan ini diapresiasi oleh para ayah dan keluarga aktifis Aisyiyah, karena memberikan wawasan dan keterampilan praktis dalam mengatasi tantangan maraknya fatherless (ketidakhadiran ayah secara fisik dan emosional ) dalam pengasuhan anak. Yang berdampak pada kepribadian anak. Diharapkan, program seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk manfaat yang lebih luas dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak di masa depan.
