Dosen UMY Kenalkan Pencegahan dan Penanganan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Berita tentang UMY
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Romdzati, dosen Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), telah mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Balecatur, Gamping, Sleman, Daerajh Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (19/3/23) dan ditujukan untuk kader balita di wilayah tersebut.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan masalah kesehatan yang terkait dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) dan mengajarkan metode perawatan kanguru (PMK) untuk penanganannya. Romdzati bekerja sama dengan Ferika Indarwati, dosen UMY dan juga dosen dari FIK UI, Dessie Wanda, serta dosen dari Akper YKY, Dewi Caesaria Fitriani dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan dimulai dengan peserta mengerjakan pre test untuk mengukur pengetahuan mereka tentang BBLR dan penanganannya. Selanjutnya, mereka mengikuti pemaparan materi yang disampaikan oleh Romdzati. Dalam pemaparan tersebut, Romdzati menjelaskan bahwa BBLR merupakan masalah serius pada bayi yang baru lahir. Bayi dengan berat badan di bawah normal memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi, bahkan berisiko mengalami kematian. Salah satu cara penanganan BBLR adalah melalui metode PMK, yang melibatkan kontak kulit antara bayi dan ibu.
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, Tim pengabdian UMY juga memberikan pelatihan mengenai langkah-langkah melakukan PMK. Peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan PMK menggunakan boneka peraga dan gendongan PMK yang disediakan oleh Tim pengabdian UMY. Setelah itu, dilakukan diskusi dan peserta menjawab pos test sebagai penilaian akhir.
Seluruh peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut dari awal hingga akhir. Erna Lispriyanti, ketua Kader Posyandu Balita, dan Dewi Haruni, perwakilan peserta, mengungkapkan kegembiraan mereka atas kegiatan pengabdian masyarakat ini. Mereka berkomitmen untuk menyebarkan informasi yang telah dipahami kepada masyarakat dan berharap kegiatan serupa dapat diadakan kembali.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penanganan BBLR dapat meningkat, sehingga dapat mengurangi angka kejadian dan risiko kesehatan pada bayi yang lahir dengan berat di bawah normal.
