Dosen UMY Latih Warga Tamantirto Sulap Lahan Sempit Jadi Usaha Hidroponik

Berita tentang UMY
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pelatihan budidaya hidroponik skala rumahan bertajuk Penguatan Ekonomi Anggota PRM/PRA Tamantirto Selatan melalui Pelatihan Budidaya Hidroponik untuk Skala Usaha Rumahan. Kegiatan berlangsung pada Minggu (5/4/2026) di PAUD KB TK ‘Aisyiyah Kembaran, Bantul, dan diikuti 17 anggota PRM/PRA Tamantirto Selatan.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbatas menjadi peluang usaha produktif berbasis hidroponik.
Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Nano Prawoto, S.E., M.Si., mengatakan program ini berangkat dari kebutuhan masyarakat untuk memiliki alternatif usaha rumahan yang mudah diterapkan. “Pengabdian ini dilatarbelakangi kebutuhan anggota PRM/PRA untuk membentuk kelompok usaha mikro. Salah satu peluang yang bisa dikembangkan adalah budidaya sayuran hidroponik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa tanah yang memanfaatkan air sehingga cocok untuk lahan terbatas. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga praktik langsung pembuatan instalasi hidroponik sederhana. “Kegiatan ini diawali pelatihan, dilanjutkan praktik bersama praktisi, dan peserta juga mendapat hibah media hidroponik sebagai modal awal usaha mikro,” jelasnya.
Kegiatan ini turut melibatkan tim dosen dan mahasiswa UMY lintas program studi, yakni Dr. Ir. Gatot Supangkat, M.P., IPM., IPU., ASEAN Eng., Asma Munifatussaidah, S.Tr.Bns., M.SEI., serta mahasiswa UMY yang membantu pelaksanaan kegiatan.
Salah satu peserta, Swondo, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman praktik langsung. “Ilmunya sangat bermanfaat. Selama ini kami hanya tahu teori, sekarang jadi bisa praktik langsung di rumah,” ujarnya.
Peserta lainnya, Iza, menilai pelatihan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi keluarga. “Ini membuka wawasan baru. Bisa tanam sayur sehat sendiri sekaligus bantu ekonomi keluarga,” katanya.
Selain pelatihan, tim UMY juga menyerahkan hibah peralatan hidroponik sebagai modal awal pengembangan usaha. Melalui program ini, UMY berharap dapat mendorong terbentuknya kelompok usaha hidroponik yang berkelanjutan di PRM/PRA Tamantirto Selatan. Hasil budidaya diharapkan tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga dapat dipasarkan secara lokal untuk meningkatkan pendapatan warga.
Program ini menjadi bagian dari komitmen UMY dalam menjalankan catur darma perguruan tinggi, khususnya pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan ekonomi.
Editor: Fildasari
