Konten dari Pengguna

Dosen UMY Modernisasi Jamu Jawa Kuno untuk Dukung Kesehatan Reproduksi Warga

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dosen UMY Modernisasi Jamu Jawa Kuno untuk Dukung Kesehatan Reproduksi Warga
zoom-in-whitePerbesar

Tim dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pelatihan pengolahan jamu berbasis pendekatan farmasi modern untuk masyarakat di Masjid Al-Hidayah, Krajan, Wedomartani, Sleman, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menyasar 38 anggota Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Wedomartani.

Program pengabdian bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat melalui Modernisasi Warisan Jamu Jawa Kuno bagi Kesehatan Reproduksi" ini bertujuan mengembangkan pemanfaatan jamu tradisional agar lebih aman, bermutu, dan sesuai dengan kebutuhan kesehatan reproduksi masyarakat.

Ketua tim pengabdian, apt. Risa Umari Yuli Aliviyanti, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya mengintegrasikan warisan pengobatan tradisional dengan ilmu farmasi modern.

"Kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali warisan jamu Jawa kuno melalui pendekatan farmasi modern sehingga menghasilkan produk herbal yang lebih aman, bermutu, dan mudah diaplikasikan oleh masyarakat untuk mendukung kesehatan reproduksi," ujar Risa.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi, pemanfaatan herbal berbasis bukti ilmiah, serta praktik pembuatan sediaan herbal seperti masker dan boreh. Peserta juga menerima panduan formulasi sederhana yang dapat diterapkan di rumah.

Selain itu, peserta memperoleh bibit tanaman obat keluarga (TOGA) disertai edukasi mengenai budidaya, pengolahan, dan pengeringan tanaman obat sebagai bahan dasar pembuatan herbal rumahan.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen UMY bersama akademisi dari Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta serta didukung Komunitas Bumi Hijau. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta serta kemampuan dalam membuat sediaan herbal sederhana.

Ke depan, program ini akan dilanjutkan dengan pendampingan terkait uji mutu sederhana, pengemasan produk, hingga pengembangan produk herbal bernilai ekonomi.

Editor: Fildasari