Inovasi Flashcard Ilustratif UMY Tingkatkan Hafalan Hiragana MAN 2 Yogyakarta

Berita tentang UMY
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengabdian Masyarakat – Penguasaan huruf dasar merupakan pondasi utama dalam mempelajari bahasa Jepang. Namun, bagi pembelajar pemula, menghafal karakter hiragana seringkali menjadi tantangan yang menghambat keterampilan membaca.
Menanggapi fenomena tersebut, tim pengabdian masyarakat Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang diketuai oleh Azizia Freda Savana, M.Pd., bersama anggota Erika Loniza, S.T., M.Eng., hadir membawa solusi inovatif. Pada misi tersebut, tim pengabdian melaksanakan pendampingan intensif bagi siswa kelas XI MAN 2 Yogyakarta pada tanggal 1 dan 15 April 2026.
Kegiatan ini merupakan inisiatif berkelanjutan dari program pengabdian tahun sebelumnya yang berfokus pada optimalisasi membaca melalui aplikasi mobile. Berdasarkan evaluasi tim, ditemukan bahwa kendala utama siswa terletak pada rendahnya retensi ingatan terhadap bentuk huruf hiragana.
Sebagai jawaban dari permasalahan tersebut, tim PBJ UMY memperkenalkan Flashcard Ilustratif. Berbeda dengan media digital standar, kartu ini memuat ilustrasi bentuk yang disesuaikan dengan asosiasi benda dalam bahasa Indonesia.
"Metode ini memudahkan siswa pemula untuk mengasosiasikan bentuk huruf dengan visual yang akrab di telinga mereka, sehingga proses penghafalan menjadi lebih cepat dan menyenangkan," pungkas Azizia.
Kehadiran tim UMY disambut hangat oleh pihak madrasah. Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartingsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas konsistensi PBJ UMY dalam mendampingi siswanya. Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan, pada Senin (27/4), tim pengabdian menyerahkan kenang-kenangan berupa buku pelajaran "Kana Nyuumon" dan set Flashcard Hiragana kepada guru bahasa Jepang MAN 2 Yogyakarta, Diah Wijiastuti, S.S.
"Buku dan media ini akan sangat mendukung KBM kami. Nantinya akan diinventarisir di perpustakaan agar bisa dipinjam dan dipelajari secara mandiri oleh siswa,"tutur Diah.
Antusiasme siswa selama dua pertemuan tersebut memberikan energi positif bagi tim pengabdian. Azizia berpesan agar para siswa tidak takut bermimpi besar melalui penguasaan bahasa asing.
"Kemampuan bahasa adalah jembatan menuju masa depan yang lebih luas," tambahnya.
Ke depan, program ini akan dipantau melalui rencana keberlanjutan yang mengukur tingkat retensi membaca siswa menggunakan versi digital dari flashcard ilustratif tersebut. Sinergi ini membuktikan bahwa peran perguruan tinggi melalui Tri Dharma bukan hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi kualitas pendidikan di sekolah mitra.
Penulis: BPZ
Editor: Fildasari
