Inovasi Pertanian: Pupuk Organik Cair dari Urin Tingkatkan Hasil Bayam Hijau

Berita tentang UMY
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebuah program pengabdian masyarakat inovatif tentang efektivitas pupuk organik cair (POC) berbahan baku urin diperkaya dengan nano abu tandan kosong kelapa sawit (TKKS) pada tanaman bayam hijau telah dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Tim ini terdiri dari Dr. Ir. Gatot Supangkat, M.P., IPM., ASEAN Eng. sebagai Ketua Pengusul; Dr. Ir. Bambang Heri Isnawan, M.P.; Prof. Dr. Lilies Setiartiti, M.Si.; serta mahasiswa Ela Kurnia Sari, Novia Arumi Ashfa Prabowo, dan Alifia Salwa Zhafira. Penelitian ini juga melibatkan kolaborasi dengan Fakultas Pertanian, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY).
Pelaksanaan pengabdian ini didukung oleh Koperasi Agro Muhammadiyah (KOPAMU), yang berlokasi di Nogotirto, Sleman. KOPAMU, yang telah beroperasi selama lima tahun, awalnya berfokus pada budidaya padi namun kemudian beralih ke sayuran daun karena memiliki siklus hidup yang lebih pendek dan keuntungan lebih tinggi.
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sayuran daun melalui pemberian POC berbahan baku urin yang diperkaya dengan nano abu TKKS. Metode yang digunakan adalah Direct Learning dengan percobaan lapangan yang melibatkan sosialisasi, pengenalan POC, pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman, serta analisis data.
Hasil yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman sayuran daun yang diberi POC urin dan nano abu TKKS, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani binaan KOPAMU.
Para petani menyambut baik program ini dan berharap hasilnya dapat memberikan solusi terhadap masalah produktivitas sayuran daun yang mereka hadapi. Pengabdian ini menunjukkan komitmen UMY dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
