Konten dari Pengguna

Kejar Target Eliminasi TBC 2030: Mahasiswa UMY Turun ke Kulon Progo

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kejar Target Eliminasi TBC 2030: Mahasiswa UMY Turun ke Kulon Progo
zoom-in-whitePerbesar

KULON PROGO – Upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Kulon Progo masih menghadapi tantangan. Dalam tiga tahun terakhir, capaian penemuan kasus TBC tercatat belum mencapai 50 persen dari target yang ditetapkan.

Rendahnya angka penemuan kasus ini berpotensi meningkatkan penularan di masyarakat. Pasien yang terlambat terdiagnosis juga berisiko mengalami kondisi lebih berat hingga komplikasi.

Untuk mendorong peningkatan deteksi kasus, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerjunkan mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat bertajuk Gerakan Mahasiswa Melawan Tuberkulosis (GEMA TBC).

Program ini diinisiasi oleh dosen Program Pendidikan Profesi Ners UMY, Dr. Falasifah Ani Yuniarti, S.Kep., Ns., MAN., dan dilaksanakan melalui skema Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) di wilayah Kapanewon Sentolo. Sebanyak 41 mahasiswa dari lintas program studi, seperti Kedokteran, Keperawatan, Kedokteran Gigi, dan Farmasi, terlibat dalam kegiatan yang berlangsung pada 13 Januari hingga 13 Februari 2026.

Sebelum diterjunkan, para mahasiswa mendapatkan pelatihan terkait TBC, skrining, serta metode Active Case Finding (ACF) dari Dinas Kesehatan Kulon Progo. Di lapangan, mahasiswa melakukan penyuluhan kesehatan kepada warga melalui berbagai forum, mulai dari pertemuan RT/RW, PKK, hingga kelompok pemuda. Materi yang disampaikan mencakup gejala TBC, pentingnya deteksi dini, pencegahan penularan, serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan.

Selain itu, skrining juga dilakukan secara door to door menggunakan formulir dari Puskesmas Sentolo I. Warga yang terindikasi kemudian diberikan “Golden Ticket” untuk mengikuti pemeriksaan lanjutan.

Kegiatan Active Case Finding digelar pada 29–30 Januari 2026 dan dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut membantu proses pemeriksaan awal sebelum warga menjalani pemeriksaan lanjutan seperti rontgen dan pemeriksaan dahak.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara UMY, Dinas Kesehatan Kulon Progo, dan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Melalui keterlibatan mahasiswa, diharapkan penemuan kasus TBC di Kulon Progo dapat meningkat, sehingga mendukung target eliminasi TBC nasional pada 2030.

Penulis: Fildasari