Konten dari Pengguna

Keren! Dosen Politik Islam UMY Bangun Paham Moderat di Kalangan Pemuda

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keren! Dosen Politik Islam UMY Bangun Paham Moderat di Kalangan Pemuda
zoom-in-whitePerbesar

Hasse Jubba, dosen Program Studi Politik Islam, Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) lakukan pengabdian kepada masyarakat dengan membangun paham moderat di kalangan pemuda Mantren Klidon.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Hasse ini, diselenggarakan pada Sabtu (26/3) di serambi Masjid Al-Amin yang berada di wilayah Dusun Mantren.

Kegiatan dilakukan dengan menjalin kerjasama antar Tim Pengabdi dan pihak pemuda-pemudi. Prosedur pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan sangat rapi mulai dari perizinan kepada Ketua RT, Takmir Masjid, dan Ketua Pemuda, dilanjutkan dengan pendistribusian undangan kepada peserta sosialisasi, dan puncak kegiatan yakni pelaksanaan sosialisasi.

Acara yang telah dibuka oleh Master of Ceremony (MC) kemudian dilanjutkan sesi pemberian sambutan dari Hasse Jubba, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang telah hadir, kepada para pemuda yang telah membantu pelaksanaan kegiatan, serta menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan sosialisasi.

Kegiatan sosialisasi ini memiliki tujuan utama agar ilmu yang telah diberikan di lingkungan kampus, juga dapat dibagikan langsung di lingkungan masyarakat untuk kemajuan bersama.

Manda, selaku kepala Dusun Mantren menyambut dan menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Hasse. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena program pengabdian kepada masyarakat dari kampus sebelumnya belum pernah terlaksana di Dusun Mantren.

Memasuki acara inti penyampaian materi mengenai paham moderat oleh Aris Fauzan, disambut antusias para peserta. Selama proses sosialisasi berlangsung, peserta dari kalangan pemuda hingga tokoh masyarakat menyimak materi yang diberikan dengan sangat baik.

Aris menyampaikan bahwa menjadi seseorang yang moderat itu perlu sebab dalam kehidupan sehari-hari kita akan selalu dihadapi oleh keberagaman.

Terlebih sebagai warga Indonesia yang kehidupan masyarakatnya beranekaragam sehingga memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Moderasi diartikan sebagai penghindaran terhadap tindak kekerasan atau keekstriman.

Dalam praktiknya, moderasi bisa dilakukan dengan merawat keberagaman, menghargai semua perbedaan, adil, dan saling menghormati satu sama lain. Sikap moderat di kalangan pemuda perlu ditumbuhkan karena pemuda yang akan menjadi penerus bangsa, maka hal-hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah tidak merasa paling benar, memahami alasan orang lain, menghargai dan menerima pendapat orang lain.