Lewat Permainan Edukatif, Dosen UMY Ajar Siswa SD Atasi Masalah Sampah

Berita tentang UMY
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan dan pentingnya pendidikan sejak usia dini, tim dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Edukasi Pengelolaan Sampah untuk Sekolah Dasar oleh Bank Sampah Surolaras”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 13 Februari 2025 di Masjid Taqwa Suronatan, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Sukuriyati Susilo Dewi, M.S. selaku ketua tim, bersama anggota tim yaitu Ir. Lestari Rahayu, M.P. dan Ir. Diah Rina Kamardiani, M.P.., serta tenaga pendidikan Tri Hartanto, S.P., dan tiga mahasiswa pendamping, Nur Afni Khaeriyah, Hanifah Shofi Fadhila, dan Luqman.
Kegiatan ini diikuti oleh 65 siswa SD Muhammadiyah Notoprajan, yang beralamat di Jl. Suronatan, Ngampilan, Notoprajan, D.I Yogyakarta, serta beberapa guru pendamping. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Bank Sampah Surolaras dan Bank Sampah Pelangi, sebagai mitra edukasi lingkungan berbasis masyarakat.
Acara dibagi menjadi empat sesi utama. Pada sesi pertama, siswa mengikuti pretest untuk mengukur pemahaman awal mereka terkait sampah. Sesi kedua berisi penjelasan mengenai jenis-jenis sampah, pentingnya memilah sampah, serta pengenalan sampah yang dapat didaur ulang beserta contohnya. Memasuki sesi ketiga, siswa diajak untuk praktik langsung membuat gantungan kunci dari botol plastik bekas, sebagai bentuk pembelajaran kreatif dan aplikatif. Kegiatan ditutup dengan posttest, foto bersama, sesi serah terima barang, dan doa bersama.
Antusiasme siswa terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Selain mendapat pengetahuan baru, siswa juga mendapat pengalaman langsung dalam mendaur ulang sampah menjadi barang bermanfaat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang peduli lingkungan, sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.
