Sinergi UMY dan Inowastek: Ubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Jual

Berita tentang UMY
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ir. Rinasa Agistya Anugrah, S.Pd., M.Eng., dosen Teknologi Rekayasa Otomotif (TRO) Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Tim PKM Mahasiswa melaksanakan program PKM Riset Terapan dan Implementasi Mesin Peleleh Limbah Plastik Guna Mencetak Produk Daur Ulang Plastik di PT UMKM Inovasi Waskita Teknologi (Inowastek). Kegiatan ini berlangsung pada 25 Mei 2025 dan diikuti oleh CEO, staf, karyawan, dan teknisi perusahaan tersebut.
Permasalahan sampah plastik menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar di Indonesia. Sebagai salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia, Indonesia menghadapi dampak serius dari pengelolaan limbah yang tidak tepat. PT Inowastek sebagai UMKM yang bergerak di bidang inovasi teknologi daur ulang plastik memiliki kendala utama dalam bentuk keterbatasan peralatan untuk mencairkan plastik dan mencetaknya menjadi produk bernilai ekonomis.
Melalui program pengabdian ini, Tim dari UMY merancang dan mengembangkan Mesin Peleleh Limbah Plastik yang tepat guna dan sesuai untuk skala UMKM. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar mitra dapat memanfaatkan sampah plastik untuk mencetak berbagai produk daur ulang seperti paving block, pot tanaman, dan produk kreatif lainnya, sehingga menghasilkan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Tahapan pelaksanaan program dimulai dari desain dan pembuatan mesin, pengujian fungsional, pengukuran kapasitas, efisiensi energi, hingga analisis data riset terapan. Setelah proses pengujian selesai, alat kemudian didaftarkan hak patennya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melalui Lembaga Riset dan Inovasi (LRI) UMY.
Setelah proses pendaftaran paten, alat dihibahkan kepada PT Inowastek dan dilanjutkan dengan pelatihan teknis mengenai pengoperasian, perawatan, dan perbaikan mesin. Tim UMY juga melakukan pendampingan kepada mitra dalam memproduksi produk daur ulang yang bernilai jual, dan melibatkan tenaga ahli bidang ekonomi untuk menghitung potensi bisnis dari produk tersebut.
CEO PT Inowastek, Adhi Susatyo, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas hibah yang diterima. “Kami selaku pimpinan dari PT Inowastek mengucapkan terima kasih atas pemberian hibah alat Mesin Melter ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan UMY dapat memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat yang lebih luas lagi,” ujarnya.
Program ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi mitra dalam mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus memberi dampak positif terhadap lingkungan dengan mengurangi volume sampah plastik yang tidak terkelola. Kolaborasi antara mahasiswa, mitra, dan teknologi yang dikembangkan menjadi model inovasi yang potensial untuk direplikasi guna mendukung keberlanjutan industri daur ulang di Indonesia.
