Konten dari Pengguna

UMY Bekali Staf Klinik Firdaus Bahasa Inggris Medis, Siap Layani Pasien Asing

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

UMY Bekali Staf Klinik Firdaus Bahasa Inggris Medis, Siap Layani Pasien Asing
zoom-in-whitePerbesar

Yogyakarta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan komunikasi bahasa Inggris bagi tenaga kesehatan di Klinik Pratama 24 Jam Firdaus secara daring.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dr. Yashinta Farahsani, M.A., dosen Bahasa Inggris di Program Studi Teknik Mesin UMY ini mengusung tema English for Healthcare Communication. Pelatihan ini dirancang untuk membekali staf klinik dengan keterampilan komunikasi bahasa Inggris yang relevan dengan situasi layanan kesehatan, khususnya dalam melayani pasien internasional.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang berjudul English for Healthcare Communication bagi Staf Klinik Pratama 24 Jam Firdaus untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Pasien Internasional,” ujar Dr. Yashinta Farahsani, M.A., pada Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa latar belakang kegiatan ini berangkat dari masih terbatasnya kemampuan komunikasi bahasa Inggris di kalangan staf klinik. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan miskomunikasi dalam pelayanan medis, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas layanan bahkan keselamatan pasien. “Dalam konteks layanan kesehatan, komunikasi yang jelas dan tepat sangat krusial. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting, terutama bagi tenaga kesehatan yang berinteraksi dengan pasien asing,” tambahnya.

Pelatihan yang berlangsung di Klinik Pratama 24 Jam Firdaus ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari staf administrasi, tenaga farmasi, perawat, hingga dokter. Selama kegiatan, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung melalui simulasi komunikasi medis, role-play, dan studi kasus yang mencerminkan situasi nyata di lapangan.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi pelatihan. Mereka menunjukkan semangat tinggi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi demi memberikan layanan yang lebih profesional, ramah, dan berstandar internasional.

Program ini menjadi bagian dari komitmen UMY dalam menjalankan catur darma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui dukungan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UMY, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi individu tenaga kesehatan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan di tingkat lokal.

Editor: Fildasari