Konten dari Pengguna

UMY Dampingi BPRS Bangun Drajat Warga Perkuat GCG dan Kepatuhan Syariah

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

UMY Dampingi BPRS Bangun Drajat Warga Perkuat GCG dan Kepatuhan Syariah
zoom-in-whitePerbesar

YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan penguatan kepatuhan syariah dan implementasi Good Corporate Governance (GCG) Syariah di PT BPR Syariah Bangun Drajat Warga pada Jumat (24/4/2026).

Program bertajuk Penguatan Kepatuhan terhadap Prinsip-Prinsip Syariah pada PT BPR Syariah Bangun Drajat Warga melalui Pendampingan dan Evaluasi Implementasi Good Corporate Governance Syariah Berbasis Hukum dan Teknologi Finansial ini menjadi bagian dari pelaksanaan Catur Dharma perguruan tinggi UMY, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. Isti’anah ZA, S.H., M.Hum., Dr. Ahim Abdurahim, serta Muhammad Khaeruddin Hamsin, Lc., M.A., Ph.D. Ketiganya memberikan penguatan terkait implementasi tata kelola syariah, mitigasi risiko hukum, hingga pemanfaatan teknologi finansial pada lembaga keuangan syariah.

Dalam pemaparannya, Dr. Isti’anah ZA menjelaskan bahwa kepatuhan syariah merupakan fondasi utama operasional BPR Syariah. Menurutnya, kepatuhan tidak hanya sebatas penggunaan label syariah, tetapi harus tercermin dalam akad, proses operasional, pengelolaan risiko, hingga perlindungan hukum bagi seluruh pihak.

Akad harus memenuhi rukun dan syarat sesuai prinsip syariah, bebas dari unsur keterpaksaan, penipuan, maupun objek yang tidak jelas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya manajemen risiko hukum dalam memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG) Syariah. Menurutnya, seluruh produk dan layanan BPR Syariah harus bebas dari unsur riba, gharar, maisir, haram, dan zalim.

Selain itu, kegiatan turut membahas tantangan persepsi masyarakat yang masih menilai bank syariah tidak jauh berbeda dengan bank konvensional. Karena itu, penguatan tata kelola dan kepatuhan syariah dinilai penting agar BPR Syariah memiliki karakter kelembagaan yang jelas, baik dari sisi akad, pelayanan, maupun orientasi sosial-ekonomi.

Sementara itu, Dr. Ahim Abdurahim menyampaikan bahwa GCG Syariah memiliki peran strategis dalam mendorong inklusi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang menjadi mayoritas nasabah BPRS.

Menurutnya, tata kelola syariah harus diwujudkan melalui transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan keadilan yang terintegrasi dengan nilai maqashid syariah.

“BPRS memiliki posisi penting dalam memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan literasi keuangan syariah masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan pengabdian juga dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) antara tim UMY dan jajaran PT BPR Syariah Bangun Drajat Warga. Forum tersebut menjadi ruang diskusi terkait tantangan implementasi kepatuhan syariah, restrukturisasi pembiayaan, penguatan dokumentasi, hingga pemanfaatan teknologi finansial berbasis prinsip syariah.

Dalam diskusi tersebut turut dibahas pembiayaan sindikasi pada BPRS sebagai bentuk kerja sama antar lembaga keuangan syariah dalam mendukung pembiayaan usaha produktif masyarakat.

Muhammad Khaeruddin Hamsin, Lc., M.A., Ph.D. menambahkan bahwa kepatuhan syariah harus menjadi ruh dalam seluruh aktivitas lembaga keuangan syariah. Menurutnya, tata kelola yang baik tidak hanya bergantung pada regulasi dan dokumen, tetapi juga pada komitmen moral serta spiritual para pelaksana lembaga.

“Nilai amanah, kejujuran, tanggung jawab, dan kehati-hatian harus menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan pelayanan kepada nasabah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UMY menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kontribusi akademik yang aplikatif bagi penguatan lembaga keuangan syariah. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi GCG Syariah agar lembaga semakin amanah, transparan, inklusif, dan berkelanjutan.

Editor: Fildasari