Konten dari Pengguna

UMY Dampingi Sriharjo Bangun Database UMKM Menuju Penguatan KDMP

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelatihan/pendampingan bersama peserta di Balai Kalurahan Sriharjo
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan/pendampingan bersama peserta di Balai Kalurahan Sriharjo

Bantul — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pendampingan dan pelatihan administrasi keuangan desa, koperasi, dan UMKM di Kalurahan Sriharjo, Bantul, Yogyakarta, pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pencatatan keuangan pelaku usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan Kalurahan Sriharjo menuju penguatan kelembagaan ekonomi desa, termasuk dukungan terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Kegiatan diikuti peserta dari berbagai unsur masyarakat dan kelembagaan desa, antara lain Desa Prima, BUMDes, KDMP, serta pelaku UMKM. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas peserta dalam mencatat transaksi harian, baik pemasukan maupun pengeluaran, secara sederhana, konsisten, dan mudah diterapkan. Kemampuan administrasi ini menjadi fondasi agar kelembagaan ekonomi desa memiliki tata kelola yang tertib, transparan, dan siap dikembangkan dalam ekosistem KDMP.

Selain pelatihan administrasi keuangan, Tim Pengabdian UMY juga mengembangkan peta digital sebagai database UMKM di Sriharjo. Peta digital ini memuat informasi lokasi dan data usaha, seperti nama UMKM, jenis produk atau bidang usaha, alamat/dusun, titik koordinat, kategori usaha, perizinan atau sertifikat pendukung, serta dokumentasi tempat produksi. Database tersebut menjadi data dasar yang dapat digunakan untuk perencanaan, pendampingan, promosi, hingga penguatan rantai pasok usaha desa melalui KDMP.

Peta digital UMKM Sriharjo/screenshot dashboard GIS sebagai database pendukung KDMP

Pemetaan digital UMKM ini diharapkan membantu pemerintah kalurahan dan pemangku kepentingan dalam melihat sebaran usaha, mengenali potensi klaster produk lokal, serta menentukan prioritas pendampingan berdasarkan lokasi dan jenis usaha. Dalam konteks KDMP, data spasial ini dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi pelaku usaha potensial, memetakan kebutuhan pendampingan, memperkuat jejaring pemasaran, dan merancang layanan koperasi yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, pelatihan keuangan dan penguatan database digital saling melengkapi: pelaku usaha dibekali kemampuan administrasi, sementara kalurahan memiliki data yang lebih kuat untuk mengambil keputusan berbasis kebutuhan lapangan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Emil Adly, S.T., M.Eng., Ph.D. selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMY. Adapun anggota tim yang terlibat yaitu Ir. Wahyu Widodo, M.T., Dosen Teknik Sipil UMY; Ir. Dr.Eng. Pinta Astuti, S.T., M.Eng., Dosen Teknik Sipil UMY; Martyana Dwi Cahyati, S.T., M.Eng., Ph.D., Dosen Teknik Sipil UMY; Aria Cahya Kusuma dan Akhmad Khaidar Rafid, mahasiswa Teknik Sipil UMY; serta Dr. Atik Wahyuni, S.T., M.T. sebagai kolaborator dosen Teknik Sipil UMSIDA.

UMY melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) terus mendorong dan memfasilitasi dosen untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Upaya ini merupakan wujud komitmen UMY dalam mengimplementasikan Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa UMY hadir sebagai kampus yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Masalah yang sering terjadi adalah uang hasil pendapatan usaha bercampur dengan uang pribadi. Akibatnya, pelaku usaha sulit mengetahui apakah usahanya benar-benar untung, rugi, atau hanya terlihat berjalan tetapi tidak berkembang. Melalui pelatihan ini, peserta didorong untuk mulai membangun kebiasaan mencatat, memisahkan keuangan, dan menyusun laporan sederhana. Selain itu, peta digital UMKM yang disusun dapat menjadi basis data penting bagi Kalurahan Sriharjo dalam memetakan potensi usaha dan menyusun strategi penguatan ekonomi lokal,” ujar Emil.

Materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Adam Budi Prabowo bersama tim dari Ruang Bisnis 412. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami pentingnya manajemen usaha yang rapi sebagai dasar kemajuan koperasi dan UMKM. Materi yang diberikan meliputi pemisahan dompet pribadi dan dompet usaha, pencatatan transaksi, pengarsipan bukti transaksi, penyusunan buku kas umum, penghitungan harga pokok penjualan, laba kotor, laba bersih, hingga pengenalan laporan keuangan sederhana seperti arus kas, neraca, dan laporan laba rugi.

Pada sesi pelatihan, peserta juga mendapatkan simulasi praktis terkait pencatatan kas masuk dan kas keluar. Simulasi ini membantu peserta memahami cara mencatat transaksi harian secara kronologis, menghitung saldo, serta memeriksa kesesuaian antara catatan buku kas dan uang fisik yang tersedia.

Lurah Sriharjo, Ibu Titik Istiyawatun Khasanah, S.I.P., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMY atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan administrasi keuangan dan penyusunan database UMKM berbasis peta digital sangat relevan dengan kebutuhan Kalurahan Sriharjo dalam memperkuat tata kelola ekonomi lokal, khususnya untuk menyiapkan kelembagaan desa agar lebih siap menjalankan program KDMP secara terarah dan berkelanjutan.

Penyerahan/koordinasi dengan Lurah Sriharjo atau perangkat kalurahan

Salah satu peserta pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka pemahaman baru tentang pentingnya pencatatan keuangan harian. Menurutnya, selama ini pencatatan usaha sering dilakukan secara sederhana, bahkan kadang hanya berdasarkan ingatan. Dengan adanya pendampingan ini, peserta merasa lebih memahami langkah awal untuk menata keuangan usaha secara lebih tertib.

Foto bersama Tim Pengabdian UMY, perangkat kalurahan, dan peserta kegiatan

Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMY berharap masyarakat Sriharjo dapat mulai menerapkan pencatatan keuangan secara lebih konsisten. Kehadiran peta digital UMKM juga diharapkan menjadi instrumen pendukung bagi Kalurahan Sriharjo dalam memperkuat promosi produk lokal, memperbarui database usaha, menyusun program pendampingan, serta menyiapkan ekosistem UMKM yang lebih tertata untuk mendukung pelaksanaan KDMP. Kebiasaan administrasi yang baik dan ketersediaan data yang akurat diharapkan menjadi fondasi penting bagi koperasi, BUMDes, KDMP, dan UMKM desa agar lebih transparan, produktif, dan mampu berkembang secara mandiri.