UMY dan KWT Abiyasa Latih Anyaman Tas Dukung Ekonomi Perempuan

Berita tentang UMY
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Program Studi Agribisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas perempuan. Kali ini, UMY bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Abiyasa menggelar pelatihan pembuatan tas anyaman pada Jumat, 1 Mei 2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh Retno Wulandari sebagai penanggung jawab program pengabdian masyarakat, bersama Ketua KWT Abiyasa, Bu Erni Jamiah. Pelatihan diikuti oleh 15 peserta yang merupakan anggota kelompok perempuan setempat.
Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai peluang usaha kerajinan berbasis serat alam, mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar dan lanjutan anyaman, hingga praktik langsung pembuatan tas.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber utama Ibu Yuni, pelaku usaha tas anyaman asal Sragen, turut memberikan pelatihan teknis. Ia menekankan pentingnya ketelitian dan kesabaran dalam proses produksi kerajinan tangan.
“Anyaman itu seni yang membutuhkan kesabaran. Jika dikerjakan dengan teliti, hasilnya bisa menjadi produk bernilai tinggi,” ujarnya saat memberikan materi praktik.
Retno Wulandari dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterampilan anyaman dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi perempuan tanpa memerlukan modal besar.
“Pemberdayaan ekonomi perempuan tidak selalu memerlukan modal besar. Keterampilan anyaman dapat menjadi sumber pendapatan apabila dikelola secara konsisten,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program ini juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis lingkungan melalui pemanfaatan limbah dan potensi lokal secara berkelanjutan.
Ketua KWT Abiyasa, Bu Erni Jamiah, menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang diberikan. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh sangat bermanfaat dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha baru bagi anggota kelompok.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mempraktikkan berbagai teknik anyaman, mulai dari pola dasar hingga tahap penyelesaian produk. Diskusi mengenai pemasaran, diversifikasi bahan, hingga peluang penjualan digital juga turut mewarnai jalannya pelatihan.
Melalui kegiatan ini, UMY menegaskan perannya sebagai kampus yang aktif mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kreatif, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat implementasi catur darma perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pengabdian kepada masyarakat.
Editor: Fildasari
