Konten dari Pengguna

UMY dan UNISA Latih Guru MI Insan Utama Cegah Kecelakaan Sekolah

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

UMY dan UNISA Latih Guru MI Insan Utama Cegah Kecelakaan Sekolah
zoom-in-whitePerbesar

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar program pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mencegah dan menangani kecelakaan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menyasar guru dan karyawan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Insan Utama Balecatur, Sleman.

Program bertajuk Penguatan Kapasitas Guru dalam Pencegahan dan Penanganan Kecelakaan di Lingkungan Sekolah ini bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga pendidik mengenai risiko kecelakaan yang dapat terjadi pada siswa serta langkah penanganan awal yang tepat.

Ketua tim pengabdian, Romdzati, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga membekali guru dengan keterampilan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) agar mampu memberikan respons cepat ketika terjadi kondisi darurat di lingkungan sekolah.

“Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru dan karyawan tentang risiko kecelakaan pada siswa serta cara mengatasinya. Selain itu, kami memberikan keterampilan dasar agar mereka mampu melakukan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan di sekolah,” ujar Romdzati.

Kegiatan yang berlangsung pada 18 April 2026 tersebut diikuti sekitar 20 peserta dan mendapat sambutan positif dari Kepala MI Insan Utama Balecatur, Ustadz Heriyanto, S.Sos.I., S.Pd.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian UMY terdiri dari Romdzati sebagai ketua, bersama Falasifah Ani Yuniarti, Rahmah, Siti Nurkhayati, serta mahasiswa Program Studi Keperawatan. Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan Endah Tri Wulandari, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta.

Melalui edukasi dan pelatihan tersebut, guru diharapkan tidak hanya mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki kesiapan dalam memberikan pertolongan awal sebelum siswa mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP), UMY terus mendorong dosen melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Kolaborasi dengan berbagai mitra pendidikan dan kesehatan menjadi salah satu upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Editor: Fildasari