Konten dari Pengguna

UMY Kenalkan Biochar untuk Olah Limbah Laundry Ramah Lingkungan

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

UMY Kenalkan Biochar untuk Olah Limbah Laundry Ramah Lingkungan
zoom-in-whitePerbesar

BATU PAHAT, MALAYSIA – Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkenalkan teknologi biochar sebagai solusi pengolahan air limbah laundry yang ramah lingkungan melalui program pengabdian masyarakat internasional bertajuk "Utilizing Laundry Wastewater for Sustainable Environment." Kegiatan yang berlangsung pada 18 Juni 2026 di Batu Pahat, Johor, Malaysia, ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan melalui kolaborasi lintas negara.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara UMY dengan University of Malaya (UM) dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Kegiatan melibatkan masyarakat, pelaku usaha laundry, serta akademisi yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdian UMY, Ir. Nursetiawan, S.T., M.T., Ph.D., memimpin pelaksanaan program bersama Dr. Farahin Binti Mohd Jais dari University of Malaya dan Dr. Indera Syahrul Bin Mat Radzuan dari UTHM Malaysia. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai dampak air limbah laundry terhadap kualitas lingkungan. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai kandungan deterjen, fosfat, serta berbagai bahan kimia yang berpotensi mencemari badan air apabila dibuang tanpa melalui proses pengolahan yang memadai.

Selanjutnya, tim pengabdian memperkenalkan teknologi filtrasi air limbah berbasis kolom filter yang diisi biochar bambu. Teknologi ini dinilai sebagai alternatif yang sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan untuk mengurangi kandungan pencemar pada air limbah sebelum dilepas ke lingkungan.

Selain sosialisasi dan demonstrasi teknologi, tim juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah usaha laundry di kawasan Parit Raja, Batu Pahat. Kegiatan ini bertujuan menggali potensi penerapan teknologi filter biochar sekaligus mengidentifikasi kebutuhan serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam mengelola limbah secara berkelanjutan.

Menurut Nursetiawan, kolaborasi internasional menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi tepat guna yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Melalui kerja sama antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia, kami berharap teknologi filtrasi berbasis biochar dapat menjadi solusi yang mudah diterapkan oleh usaha laundry dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan dan implementasi teknologi pengolahan limbah yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui pengabdian internasional ini, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi berbasis riset yang aplikatif, memperluas kolaborasi global, serta mendorong terciptanya solusi berkelanjutan bagi permasalahan lingkungan di tingkat lokal maupun internasional.

Editor: Fildasari