UMY Latih Musyrif Ponpes Ibnul Qoyyim Tingkatkan Kualitas Pendampingan Santri

Berita tentang UMY
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA, 18 Mei 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendampingan santri di lingkungan asrama, Asep Setiawan, S.Th.I., M.Ud., dosen Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menyelenggarakan pelatihan khusus bagi para musyrif atau ustadz pendamping di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta.
Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran para musyrif terhadap peran strategis mereka sebagai pengganti orang tua santri di asrama. Ditekankan pentingnya menjalankan amanah tersebut dengan penuh keikhlasan, ilmu, kearifan, dan kesabaran, demi membimbing dan mengayomi proses belajar para santri secara holistik.
Kegiatan dimulai pada pukul 19.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 21.30 WIB. Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Pondok Pesantren, Drs. H. Darwis Setiawan, serta Kepala Pengasuhan Santri, Ustadz Muhammad Dahlan Aka, S.Pd.I. Selanjutnya, Asep Setiawan selaku pemateri menyampaikan materi yang sarat motivasi dan refleksi peran musyrif dalam proses pendidikan santri.
Dalam sesi diskusi, para peserta yang merupakan para musyrif aktif, antusias berbagi pengalaman serta mengutarakan tantangan yang mereka hadapi selama mendampingi santri. Beberapa di antaranya menyampaikan curahan hati seputar dinamika keseharian di asrama. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan makan malam penuh keakraban.
Drs. H. Darwis Setiawan menyampaikan terima kasih kepada UMY, khususnya kepada Tim Pengabdian Masyarakat, atas kepedulian dan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas SDM pendidik di pondok. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan tema-tema pelatihan lainnya untuk memperkuat kapasitas para musyrif.
Melalui pelatihan ini, Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra diharapkan mampu menyiapkan para musyrif yang kompeten, amanah, dan bertanggung jawab dalam mendampingi santri. Hal ini sejalan dengan cita-cita pondok untuk melahirkan generasi santri dan ulama yang mu’min, mu’allim, mubaligh, dan mujahid yang mukhlis.
