Konten dari Pengguna

UMY Latih Orang Tua Indonesia di Taiwan Kelola Gawai Anak dengan Aman

UMY Mengabdi

UMY Mengabdi

Berita tentang UMY

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

UMY Latih Orang Tua Indonesia di Taiwan Kelola Gawai Anak dengan Aman
zoom-in-whitePerbesar

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pelatihan literasi digital bagi keluarga Indonesia di Taiwan melalui pengenalan aplikasi kontrol gawai anak, Google Family Link. Program ini bertujuan membantu orang tua membangun kebiasaan digital yang lebih sehat bagi anak sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengawasi penggunaan perangkat digital.

Kegiatan berlangsung di Masjid Al Muhajirin, Douliu, Taiwan, pada 12 April 2026 dan diikuti sekitar 50 warga Indonesia dan Taiwan. Setelah pelatihan tatap muka, peserta juga memperoleh pendampingan daring pada 19 dan 26 April 2026 untuk mempraktikkan penggunaan aplikasi secara lebih mendalam.

Program bertajuk "Leveraging Parental Controls and Digital Wellbeing Tools to Build Healthy Digital Habits in Children" ini dipimpin oleh dosen Program Studi Teknik Elektro UMY, Faaris Mujaahid, bersama Rahmat Adiprasetya Al Hasibi dan Yessi Jusman. Kegiatan turut didukung Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan yang diketuai Husin Sahrul serta Professor Min Fu Hsieh dari National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan.

Menurut Faaris, pelatihan ini dirancang agar orang tua memahami cara memanfaatkan aplikasi parental control untuk mengatur waktu layar, membatasi penggunaan aplikasi, menyaring konten, memantau aktivitas digital, hingga mendukung terbentuknya kebiasaan menggunakan gawai secara lebih sehat.

"Pengawasan digital anak tidak cukup dilakukan secara reaktif, misalnya hanya menegur atau mengambil gawai ketika anak terlalu lama menggunakannya. Orang tua juga perlu memiliki strategi yang terarah, konsisten, dan didukung pemahaman teknologi," ujarnya.

Dalam pelatihan, peserta mempraktikkan berbagai fitur Google Family Link, mulai dari pengaturan akun orang tua dan anak, pembatasan waktu layar, penyaringan konten, pembatasan aplikasi, pemantauan aktivitas digital, hingga pelacakan lokasi perangkat.

Program ini dilatarbelakangi meningkatnya penggunaan gawai pada anak yang tidak hanya berkaitan dengan durasi layar, tetapi juga risiko paparan konten yang tidak sesuai, berkurangnya interaksi sosial, gangguan tidur, serta terbentuknya kebiasaan digital yang kurang sehat. Tantangan tersebut dinilai semakin terasa bagi keluarga Indonesia yang tinggal di luar negeri karena keterbatasan dukungan keluarga dan perbedaan lingkungan sosial.

Evaluasi terhadap peserta yang mengikuti pendampingan menunjukkan aplikasi Google Family Link dinilai memiliki tingkat kegunaan yang baik. Sebagian besar peserta menilai aplikasi tersebut membantu orang tua mengatur waktu penggunaan gawai, membatasi akses aplikasi tertentu, serta memantau aktivitas digital anak. Meski demikian, tim pengabdian menilai sebagian peserta masih membutuhkan pendampingan lanjutan agar dapat memanfaatkan seluruh fitur secara optimal.

Ketua PCIM Taiwan, Husin Sahrul, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, masih banyak keluarga Indonesia di Taiwan yang belum mengetahui adanya aplikasi kontrol gawai yang mudah digunakan.

"Banyak keluarga Indonesia di Taiwan membutuhkan pendampingan seperti ini. Tidak semua orang tua mengetahui bahwa ada aplikasi yang dapat membantu mereka mengatur penggunaan gawai anak secara lebih aman dan terarah," katanya.

Tim pengabdian menegaskan bahwa aplikasi kontrol orang tua bukan satu-satunya solusi dalam pengasuhan digital. Penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan komunikasi yang baik dalam keluarga, keteladanan orang tua, kesepakatan bersama, serta penerapan aturan yang konsisten di rumah.

Melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP), UMY terus mendorong dosen melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Program ini juga menjadi wujud kontribusi UMY dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di luar negeri.

Editor: Fildasari