UMY Ubah Limbah Jelantah Jadi Sabun dan Lilin Aromaterapi di Bantul

Berita tentang UMY
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui tim pengabdian masyarakat melaksanakan program pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah berupa sabun dan lilin aromaterapi bagi anggota dan pengurus Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Tirtonirmolo Selatan, Bantul. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 3 Mei 2026 dan diikuti sekitar 35 peserta.
Program ini diketuai oleh Retno Wulandari dari Program Studi Agribisnis UMY, bersama Ketua PRA Tirtonirmolo Selatan, Bu Sumarsih, S.TP. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai dampak lingkungan dan kesehatan dari penggunaan minyak jelantah serta potensi ekonominya jika diolah menjadi produk bernilai tambah.
“Pengelolaan limbah rumah tangga, termasuk minyak jelantah, tidak hanya membantu mengurangi pencemaran, tetapi juga membuka peluang usaha nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan,” jelas Retno Wulandari.
Pelatihan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan sabun dan lilin aromaterapi yang dipandu oleh Saryono, pemilik usaha kreatif Omah Satoe Boemi. Peserta diajarkan mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, formulasi bahan sabun, pembuatan lilin aromaterapi, hingga tahap pengemasan sederhana.
Dalam sesi tersebut, Saryono menekankan bahwa limbah dapat menjadi sumber penghasilan jika dikelola dengan tepat. “Limbah bukan sesuatu yang harus dibuang. Dengan teknik dan kreativitas, limbah bisa menjadi sumber penghasilan,” ujarnya.
Setelah praktik, peserta juga melakukan kunjungan edukatif ke lokasi produksi Omah Satoe Boemi untuk melihat langsung berbagai inovasi pengolahan limbah menjadi produk fungsional dan dekoratif.
Retno Wulandari menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan keterampilan praktis dan inspirasi usaha bagi peserta.
“Kegiatan pengabdian yang kami lakukan pada 3 Mei 2026 ini telah terbukti berdampak kepada mitra,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP), UMY terus memfasilitasi dosen dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi catur darma perguruan tinggi Muhammadiyah, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai institusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Editor: Fildasari
