UMY-Universiti Malaya Dampingi Nikah Beda Negara

Berita tentang UMY
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kuala Lumpur – Tim pengabdian masyarakat internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Universiti Malaya menggelar program penguatan perlindungan hukum bagi keluarga hasil pernikahan lintas negara Indonesia–Malaysia pada 12 Februari 2026 di Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya. Program ini hadir sebagai respons atas meningkatnya fenomena pernikahan antarnegara yang belum diiringi kesiapan aspek hukum dan administrasi.
Berbagai persoalan kerap muncul, mulai dari ketidakjelasan status perkawinan, rendahnya pencatatan kelahiran, hingga masalah kewarganegaraan anak yang berdampak pada akses layanan publik. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memberikan edukasi hukum dan pendampingan praktis agar masyarakat dapat memahami serta mengelola persoalan hukum yang dihadapi secara tepat.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui workshop, seminar, dan sesi konsultasi hukum yang diikuti sekitar 25 hingga 50 peserta. Materi yang disampaikan mencakup isu mobilitas warga Indonesia–Malaysia, kasus hukum yang sering terjadi, serta kebijakan kedua negara dalam mengatur legalitas perkawinan dan perlindungan hak keluarga. Peserta juga mendapat kesempatan berkonsultasi langsung sehingga solusi yang diberikan bersifat aplikatif.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, memperkuat perlindungan hak keluarga lintas negara, serta memperluas akses layanan publik. Selain itu, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya harmonisasi kebijakan Indonesia dan Malaysia serta memperkuat peran global UMY melalui pengabdian masyarakat yang berdampak nyata dan berkelanjutan.
Editor: Fildasari
