Konten dari Pengguna

Siswa Tidak Lagi Diam: MMD UB 09 Tumbuhkan Keberanian Siswa Lewat Show and Tell

Uni Ramadhani

Uni Ramadhani

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Brawijaya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Uni Ramadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Bersama Mahasiswa MMD UB Kelompok 09 Bersama Siswa Kelas 4 SDN 02 Baturetno
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Mahasiswa MMD UB Kelompok 09 Bersama Siswa Kelas 4 SDN 02 Baturetno

Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang – Pembelajaran abad 21 menuntut siswa tidak hanya cakap dalam memahami materi, tetapi juga siswa harus mampu berkomunikasi, berpikir kritis, berkolaborasi, dan berkreasi. Empat kompetensi inti yang dikenal dengan istilah 4C ini menjadi skill yang menjadi pondasi utama siswa dalam bersaing dalam pembelajaran abad 21 .

Sayangnya, praktik di lapangan masih menunjukkan dominasi metode satu arah yang membuat siswa pasif dan canggung dalam berekspresi. Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya kelompok 09 menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih partisipatif di SDN 02 Baturetno. Mengusung tema Profesi dan Impian, program ini menyasar siswa kelas 4 dan dilaksanakan secara luring selama dua hari pada 24–25 Juli 2025.

Salah satu metode yang menjadi pusat kegiatan adalah Show and Tell. Metode ini diinisiasi oleh Uni Ramadhani, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa, yang juga menjadi penanggung jawab program. Ia menilai bahwa Show and Tell sangat relevan dengan konteks pendidikan masa kini karena mendorong siswa untuk tidak hanya mengamati, tetapi juga berbicara, menjelaskan, dan mengekspresikan diri.

Dokumentasi Sesi Siswa Melakukan Show ant Tell di Kelas

Kegiatan hari pertama dimulai dengan menonton video edukatif bertema profesi yang memantik diskusi tentang nilai kerja keras dan peran sosial. Setelahnya, siswa mewarnai gambar profesi sesuai dengan impian mereka. Gambar yang telah diwarnai ini kemudian dibawa ke sesi Show and Tell, di mana mereka maju satu per satu ke depan kelas untuk menjelaskan profesi tersebut, tugas utamanya, serta menyampaikan profesi yang mereka inginkan dan alasan mengapa mereka bercita-cita menjadi sosok itu.

Beberapa anak tampil dengan penuh antusias, sementara yang lain semula ragu, namun mulai ikut tertarik setelah melihat teman-temannya mendapatkan tepuk tangan dan pujian. Afirmasi positif dari tim MMD seperti “Hebat banget!” dan “Wah, luar biasa!” menjadi dorongan penting bagi anak-anak untuk tampil percaya diri.

Di hari kedua, karya-karya yang telah dibuat siswa tidak hanya dikumpulkan begitu saja, melainkan dipajang dalam bentuk mini showcase kelas. Siswa menempelkan hasil mewarnai dan cita-cita mereka di papan mading kelas, membentuk visualisasi impian yang kolaboratif dan inspiratif. Tak berhenti di situ, mereka juga menulis harapan mereka dalam bentuk kupu-kupu mimpi, yang kemudian ditempelkan pada pohon mimpi sebagai simbol perjalanan mereka menuju masa depan.

Penempelan Mini Showcase Hasil Mewarnai Siswa di Dinding Kelas

Respons dari siswa maupun guru sangat positif. Wali kelas 4 SDN 02 Baturetno yakni Pak Burhan menyampaikan bahwa metode ini memberikan warna baru dalam pembelajaran, sekaligus menjembatani antara kognisi dan afeksi siswa.

“Saya sangat terbantu dengan pendekatan ini. Anak-anak yang biasanya sulit diajak tampil sekarang justru berebut untuk maju. Mereka merasa dihargai, punya tempat, dan itu penting sekali buat perkembangan mereka,” ujar Pak Burhan.

Melalui pendekatan ini, Uni Ramadhani bersama tim MMD UB Kelompok 09 membuktikan bahwa metode sederhana seperti Show and Tell, bila dikemas secara kreatif dan kontekstual, mampu membangun ruang belajar yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendengar dan memberdayakan. Pendidikan dasar tidak harus melulu soal hafalan dan ceramah. Ia bisa menjadi proses yang hidup, dialogis, dan membebaskan. Dan mungkin, itulah esensi paling penting dari pendidikan abad 21.

Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, mahasiswa MMD Kelompok 09 juga menyusun panduan metode Show and Tell yang diserahkan kepada pihak sekolah. Panduan ini dirancang agar dapat digunakan oleh guru di berbagai mata pelajaran, mulai dari Bahasa Indonesia hingga IPS dan PPKn, dan berbagai mata pelajaran lainnya dengan tujuan sederhana, yakni agar metode ini tetap hidup, meskipun mahasiswa sudah tidak lagi hadir di sekolah tersebut.

Metode ini tidak hanya meningkatkan partisipasi, tapi juga secara langsung menjawab isu ketimpangan dalam pendidikan. SDGs 10: Mengurangi Ketimpangan, bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal siapa yang punya kesempatan untuk bicara, untuk didengar, dan untuk tampil di ruang belajar. Show and Tell membuka ruang itu bagi semua siswa, termasuk mereka yang sebelumnya hanya diam di bangku belakang.

#MMDUB2025

#MMDUB09

#ShowAndTell

#SDGs4

#SDGs10

#PembelajaranAbad21

#UniversitasBrawijaya