Konten dari Pengguna

Gunakan VR untuk Kenalkan Kesiapsiagaan Bencana dan Keselamatan Lalu Lintas

NEWS UAD

NEWS UAD

Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Prodi MTI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi siswa tentang kesiapsiagaan bencana dan keselamatan lalu lintas (Foto. MTI UAD)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Prodi MTI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi siswa tentang kesiapsiagaan bencana dan keselamatan lalu lintas (Foto. MTI UAD)

Sebanyak 23 siswa kelas V SD Muhammadiyah Kleco, Kotagede, mengikuti simulasi kesiapsiagaan erupsi Gunung Merapi dan edukasi keselamatan berlalu lintas menggunakan teknologi virtual reality (VR), Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan yang digelar tim pengabdian kepada masyarakat mahasiswa Magister Teknik Informatika (MTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menghadapi situasi darurat.

Melalui kacamata VR Meta Quest, siswa diajak mempraktikkan langkah-langkah keselamatan dalam lingkungan virtual yang menggambarkan situasi darurat di ruang kelas dan kondisi lalu lintas perkotaan. Dengan metode ini, siswa dapat belajar melalui simulasi interaktif tanpa menghadapi risiko bahaya secara langsung.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) tersebut memanfaatkan aplikasi VR yang dikembangkan menggunakan Unity. Sebelum mengikuti simulasi, siswa diperkenalkan dengan perangkat VR dan dilatih menggunakan empat kontrol dasar, yakni mengeklik menggunakan jari telunjuk, mengambil benda menggunakan jari telunjuk dan jari tengah, berjalan menggunakan tuas jempol kanan, serta berbelok menggunakan tuas jempol kiri. Siswa kemudian mengikuti simulasi secara bergiliran dengan pendampingan tim mahasiswa dan guru.

Aplikasi VR tersebut menghadirkan dua skenario pembelajaran. Pada skenario pertama, siswa mengikuti simulasi kesiapsiagaan menghadapi erupsi Gunung Merapi. Mereka diajak mengenali alat pemadam api ringan (APAR) dan denah evakuasi, mengumpulkan tujuh barang ke dalam tas siaga bencana, mempelajari enam tanda gunung akan meletus, serta berjalan bersama karakter virtual menuju titik kumpul.

Sementara itu, skenario kedua berfokus pada edukasi keselamatan berlalu lintas. Siswa berlatih mengenakan perlengkapan berkendara, seperti helm, jaket, sepatu, dan sarung tangan. Mereka juga menjawab pertanyaan tentang lampu lalu lintas, mempraktikkan cara menyeberang melalui zebra cross setelah melihat ke kanan dan kiri, serta berjalan di trotoar.

Berdasarkan hasil angket yang diisi siswa setelah kegiatan, rata-rata skor pemahaman berdasarkan penilaian mandiri siswa meningkat dari 72,5 menjadi 88,5 pada skala 0–100. Peningkatan terbesar terdapat pada materi kesiapsiagaan erupsi Merapi, terutama mengenai isi tas siaga bencana dan tanda-tanda gunung akan meletus. Selain itu, sebanyak 91–100 persen siswa dilaporkan mampu mengoperasikan setiap kontrol VR tanpa bantuan.

Ketua tim pengabdian mahasiswa MTI UAD, Muhammad Ibnu, mengatakan penggunaan VR memungkinkan siswa tidak hanya mempelajari teori keselamatan, tetapi juga mempraktikkannya melalui simulasi interaktif.

“Lewat VR, anak-anak tidak hanya mendengar apa yang harus dilakukan saat erupsi atau saat menyeberang jalan, tetapi langsung mempraktikkannya dengan aman. Kami ingin teknologi informatika benar-benar terasa manfaatnya bagi sekolah di sekitar kita,” katanya.

Kepala SD Muhammadiyah Kleco, Hindun Yafa Chotijah, M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, penggunaan teknologi modern dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menarik bagi siswa.

“Semoga media-media belajar modern seperti VR ini dapat dikembangkan supaya menjadi variasi belajar yang menarik untuk siswa generasi Alpha,” kata Hindun.

Tim pengabdian mahasiswa MTI UAD berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain, khususnya di kawasan rawan bencana erupsi Merapi. Program ini juga diharapkan menjadi contoh pemanfaatan teknologi imersif untuk mendukung pembelajaran keselamatan dan kesiapsiagaan bencana sejak usia sekolah dasar.

uad.ac.id