Konten dari Pengguna

Hobi Menari Sejak Dini Hingga Berprestasi

NEWS UAD

NEWS UAD

Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Vetriana Kumaza Arum mahasiswi Program Studi Farmasi UAD yang memiliki hobi menari, meraih juara II tari tradisional pada ajang Diaphragmaticus Festival 2021 yang diselenggarakan UM Purworejo (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Vetriana Kumaza Arum mahasiswi Program Studi Farmasi UAD yang memiliki hobi menari, meraih juara II tari tradisional pada ajang Diaphragmaticus Festival 2021 yang diselenggarakan UM Purworejo (Foto: Istimewa)

Hobi menari, Vetriana Kumaza Arum mahasiswi Program Studi (Prodi) Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih juara II tari tradisional pada ajang Diaphragmaticus Festival 2021 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purworejo (07-07-2021).

Pencapaiannya kini berkat usaha dan kegigihannya dalam berlatih tari. Ternyata, menari sudah ditekuni sejak ia duduk di bangku sekolah dasar (SD). Ia juga mengikuti berbagai komunitas tari salah satunya Farmakencana sebuah Lembaga Semi Otonom (LSO) di bawah naungan Departemen Seni Budaya dan Olahraga (SBO) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Farmasi.

“Saya ingin menunjukkan bakat dan menyalurkan hobi menari saya sejak SD. Ajang festival ini juga saya gunakan untuk mengisi waktu luang agar tetap produktif dan berkarya,” tuturnya.

Vetriana Kumaza Arum mahasiswi Program Studi Farmasi UAD yang memiliki hobi menari (Foto: Istimewa)

Tari Sesonderan berhasil ia bawakan dengan indah dan gemulai bersama iringan musik tradisional. Tari yang berasal dari Malang, Jawa Timur, ini memadukan gerakan selendang dan jaipongan yang begitu menarik. Tari Sesonderan biasanya dipertunjukkan untuk menyambut tamu. Sesekali penari menggunakan selendang untuk menarik tamu agar ikut menari bersamanya.

Proses latihan dan pengambilan video dilakukan secara mandiri sembari menjalankan tugas utamanya sebagai mahasiswa. Vetriana hanya mengambil video sebanyak 5 kali dan segera ia edit untuk dikumpulkan kepada panitia. Meski sempat terkendala cuaca saat pengambilan video, hasil dari tarian Vetriana mampu memukau dewan juri.

“Semoga dengan pencapaian ini saya lebih giat lagi dalam mengasah kemampuan menari tradisional. Serta terus mengembangkan potensi agar mampu menguasai tarian lain dan mengikuti ajang perlombaan lainnya,” harapan Vetriana. (Chk)