Konten dari Pengguna

Mahasiswa Gizi UAD Perkuat Pemahaman Remaja tentang Gizi Seimbang

NEWS UAD

NEWS UAD

Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Prodi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Puskesmas Berbah adakan edukasi GENZI di SMP Negeri 3 Berbah (Foto. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Prodi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Puskesmas Berbah adakan edukasi GENZI di SMP Negeri 3 Berbah (Foto. Istimewa)

Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) Gizi Komunitas di Puskesmas Berbah menggelar program edukasi GENZI (Generasi Sehat dengan Gizi Seimbang) di SMP Negeri 3 Berbah, Sleman, pada Senin, 28 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah dan diikuti 124 siswa kelas VII sebagai upaya meningkatkan pemahaman remaja mengenai gizi seimbang dan pencegahan anemia.

Materi penyuluhan disampaikan oleh empat mahasiswa Gizi UAD, yaitu Ameydavie Zhalliecka Bilbienna, Maregean Zollsyta, Tahta Ayu Anggraini, dan Titala Mufe Rualapesbo, dengan didampingi ahli gizi Puskesmas Berbah, Rini Dwi Astuti, A.Md.Gz.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami prinsip gizi seimbang, menyusun satu porsi makan sesuai panduan “isi piringku”, memahami pentingnya sarapan dan aktivitas fisik, serta mengenali penyebab, dampak, dan pencegahan anemia.

Rangkaian acara diawali dengan pengerjaan pre-test secara mandiri guna memetakan pengetahuan awal siswa. Selanjutnya, materi dibawakan melalui slide bergambar dengan bahasa yang mudah dipahami remaja.

Ameydavie menjelaskan makan banyak belum tentu berarti makan bergizi seimbang. Empat prinsip yang ditekankan adalah makanan beragam, porsi sesuai, cukup minum air, dan aktif bergerak. Pada panduan “isi piringku”, pembagian satu piring makan menjadi makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan.

Pada sesi berikutnya, dijelaskan tentang anemia. Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai normal sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh berkurang.

Remaja putri disebut lebih berisiko karena kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan, kehilangan darah saat menstruasi, asupan sumber zat besi yang kurang, serta kebiasaan makan yang kurang baik, seperti melewatkan sarapan. Dampaknya antara lain mudah lelah, kurang bersemangat, dan sulit berkonsentrasi saat belajar. Bila tidak dicegah, anemia pada remaja putri dapat berlanjut hingga masa kehamilan dan berisiko bagi ibu serta bayi.

Untuk pencegahan, siswa dikenalkan delapan makanan sumber zat besi, yaitu daging sapi, ayam, ikan, telur, hati, tempe, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Makanan tersebut dianjurkan dikonsumsi bersama buah atau makanan kaya vitamin C agar tubuh menyerap zat besi nabati dengan lebih baik.

“Untuk mencegah anemia kita bersama-sama mengonsumsi tablet tambah darah lebih rajin lagi. Satu tablet per satu minggu,” ujarnya.

Hal yang tidak kalah penting adalah pentingnya sarapan untuk menambah energi, menjaga stamina, dan meningkatkan konsentrasi. Siswa juga diajak rutin berolahraga, mengurangi waktu duduk, serta membiasakan mencuci tangan sebelum makan.

Kegiatan ditutup dengan post-test. Dari 124 siswa, sebagian besar meraih nilai 100 pada kedua tes. Rata-rata nilai naik tipis dari 99,49 pada pre-test menjadi 99,6 pada post-test. Tingginya nilai awal menunjukkan bahwa siswa telah memiliki pemahaman dasar yang baik, dan kegiatan ini memperkuat pemahaman tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan seru. Saya jadi lebih paham lagi tentang pentingnya makan makanan bergizi seimbang dan hubungan makanan itu dengan anemia,” ujar salah satu siswi.

Melalui GENZI, mahasiswa berharap siswa SMP Negeri 3 Berbah dapat menerapkan “isi piringku”, tidak melewatkan sarapan, rutin mengonsumsi makanan sumber zat besi, dan membagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga serta teman. Kebiasaan makan yang baik sejak remaja menjadi bekal penting untuk tumbuh sehat dan berprestasi. (Mei)

uad.ac.id