Mahasiswa UAD Juara III Monolog PEKSIMIPROV DIY

Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Ahmad Syaiful Hadi, kembali menorehkan prestasi di bidang seni pertunjukan. Mahasiswa yang aktif di Komunitas Jejak Imaji dan Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB) tersebut berhasil meraih Juara III Tangkai Lomba Monolog pada Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (PEKSIMIPROV) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026.
Di balik capaian tersebut, Syaiful atau yang kerap disapa Ipul mengaku perasaannya bercampur aduk. Ia bersyukur masih dapat membawa pulang prestasi untuk Universitas Ahmad Dahlan, tetapi di sisi lain juga merasa belum puas karena kembali meraih peringkat yang sama seperti pada keikutsertaannya sebelumnya. "Perasaan saya sebenarnya cenderung sedih karena belum berhasil meraih juara satu. Ini adalah kali kedua saya mendapatkan Juara III di PEKSIMIPROV. Namun, saya menjadikan hasil ini sebagai evaluasi bahwa eksplorasi saya di dunia keaktoran masih bisa terus dikembangkan dan masih ada kesempatan untuk menjadi lebih baik."
Ipul menjelaskan bahwa naskah monolog yang dibawakannya bukanlah karya baru. Naskah tersebut pernah dipentaskan dua tahun sebelumnya, sehingga proses persiapan lebih difokuskan pada pendalaman karakter, interpretasi, dan penyempurnaan penampilan. Seluruh rangkaian latihan berjalan lancar berkat kerja sama tim produksi yang solid.
Menurutnya, keberhasilan penampilan tidak terlepas dari peran para kolaborator yang terlibat, mulai dari sutradara, penata musik, penata artistik, penata cahaya, stage manager, hingga penata kostum. Setiap proses dirancang dan dijalankan sesuai dengan konsep yang telah disepakati sejak awal sehingga seluruh persiapan dapat berlangsung dengan baik.
Selain dukungan dari tim, Ipul juga mengapresiasi Universitas Ahmad Dahlan yang memberikan pendampingan secara maksimal selama proses persiapan menuju PEKSIMIPROV. Dukungan tersebut tidak hanya berupa fasilitas dan pembinaan, tetapi juga motivasi serta pendampingan intensif dari dosen pembimbing.
"Kampus sangat mendukung. Kami mendapatkan pembinaan yang serius, mulai dari proses membaca dan membahas naskah hingga hari pertunjukan. Dukungan moral maupun finansial dari kampus membuat kami lebih percaya diri untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam pementasan."
Dalam proses menuju kompetisi, tantangan terbesar yang dihadapi adalah perubahan lokasi pelaksanaan lomba. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya cabang monolog digelar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, tahun ini kompetisi diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Perubahan tersebut membuat tim harus menyesuaikan kembali konsep panggung, penataan artistik, pencahayaan, serta berbagai aspek teknis lainnya agar tetap sesuai dengan kebutuhan pertunjukan.
Bagi Ipul, momen yang paling berkesan justru bukan ketika menerima penghargaan, melainkan seluruh proses latihan yang dijalani bersama tim. Sejak awal, ia mengikuti PEKSIMIPROV bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara, melainkan sebagai ruang untuk mengeksplorasi kemampuan akting secara personal sekaligus mengembangkan proses kreatif secara kolektif.
Melalui ajang ini, Ipul memperoleh pelajaran bahwa setiap kesempatan harus dimanfaatkan secara maksimal. Ipul bertekad akan terus mengembangkan kemampuan aktingnya dengan bergabung dalam berbagai komunitas teater di Yogyakarta, mengikuti produksi film maupun pementasan teater, serta belajar dari para senior yang telah lebih dahulu berkecimpung di dunia seni pertunjukan. Ia berharap dapat memperoleh lebih banyak pengalaman dan suatu saat tampil pada panggung-panggung seni berskala nasional maupun internasional.
Prestasi yang diraih Ahmad Syaiful Hadi menunjukkan bahwa mahasiswa UAD tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkiprah dan berprestasi di bidang seni. Semangat untuk terus belajar, berproses, dan mengeksplorasi diri menjadi modal penting dalam melahirkan seniman muda yang kreatif dan berdaya saing. (Mawar)
