Mahasiswa UAD Raih Juara I Mawapres PTMA Diploma Lewat Inovasi OKANA

Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Rizal Agus Setiawan, mahasiswa Program Studi D4 Bisnis Jasa Makanan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, berhasil meraih Juara I dalam ajang Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Rizal mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. “Saya merasa sangat bersyukur dan bangga, karena pencapaian ini bukan hanya hasil dari usaha saya sendiri, tetapi juga dukungan dari dosen, kampus, dan orang-orang terdekat. Ini juga menjadi momen yang sangat berharga dalam perjalanan akademik saya,” ujarnya.
Perjalanan menuju Mawapres PTMA tidaklah instan. Rizal menjelaskan bahwa proses tersebut dimulai dari keaktifannya dalam bidang akademik maupun non-akademik. Ia juga mengembangkan inovasi karya tulis berupa produk OKANA, yaitu daging analog berbasis ampas tahu dan jantung pisang. “Saya melalui seleksi di tingkat kampus, mempersiapkan berkas, karya ilmiah, presentasi, hingga akhirnya bisa mewakili kampus di ajang Mawapres PTMA,” tuturnya.
Dalam proses tersebut, Rizal menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu. “Tantangan terbesar adalah membagi waktu antara akademik, pengembangan inovasi, dan persiapan kompetisi. Cara saya mengatasinya adalah dengan manajemen waktu yang disiplin, terus belajar dari feedback, serta menjaga konsistensi dan motivasi diri,” ungkapnya.
Keunggulan Rizal dalam kompetisi ini terletak pada inovasi yang ia angkat. Produk OKANA yang dikembangkannya menawarkan solusi terhadap isu pangan berkelanjutan. “Inovasi ini tidak hanya kreatif, tetapi juga solutif terhadap isu nyata seperti pangan darurat, limbah pangan, dan ketahanan pangan,” jelas Rizal.
Ia menambahkan bahwa Gagasan Kreatif (GK) yang diusung berfokus pada pengembangan daging analog berbasis bahan lokal dengan teknologi retort. “Produk ini tahan lama, bergizi, praktis, dan tanpa bahan pengawet. Selain itu, juga mengusung konsep zero waste serta mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan,” paparnya.
Rizal juga menekankan peran besar kampus dalam mendukung prestasinya. “Kampus memberikan fasilitas, bimbingan dosen, serta dukungan penuh dalam pengembangan ide dan kompetisi. Lingkungan kampus juga mendorong saya untuk aktif, berkembang, dan berani berinovasi,” katanya.
Sebagai penutup, Rizal menyampaikan motivasi yang mendorongnya untuk terus berprestasi. “Motivasi terbesar saya adalah ingin memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya melalui inovasi di bidang pangan. Saya juga ingin membuktikan bahwa mahasiswa bisa berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan nyata di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Mawar)
