Konten dari Pengguna

Makna Surah Al-Falaq sebagai Perlindungan dari Kejahatan

NEWS UAD
Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan
27 Maret 2025 9:59 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kajian Subuh RDK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 1446 H Tadabur Surah Al-Falaq (Foto. Salsya Yunita)
zoom-in-whitePerbesar
Kajian Subuh RDK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 1446 H Tadabur Surah Al-Falaq (Foto. Salsya Yunita)
ADVERTISEMENT
Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menjalankan Kajian Subuh secara rutin dengan tema “Tadabur Surah Al-Falaq” pada 4 Maret 2025 yang dipaparkan oleh Ustaz Aufa Bahauddin Zahid. Ia mengatakan, salah satu surah yang Allah Swt. turunkan dan telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. untuk menjadi penangkal dari keburukan-keburukan yang ada di muka bumi ini yaitu Surah Al-Falaq.
ADVERTISEMENT
Ustadz Aufa menjelaskan, Surah Al-Falaq memiliki makna untuk meminta perlindungan kepada Allah Swt. dari kejahatan-kejahatan yang ada di bumi khususnya yang tidak terlihat. Allah Swt. menyebutkan dalam Surah Al-Falaq pada ayat 3 hingga ayat 5 yang berisi bahwa terdapat tiga bentuk kejahatan yang manusia lakukan yakni kejahatan malam apabila telah gelap gulita, kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembul pada buhul-buhul, dan kejahatan pendengki bila ia dengki (hasad).
Kejahatan malam apabila telah gelap gulita memiliki maksud bahwa kemungkinan binatang buas, orang jahat, nafsu, hingga emosi negatif menguasai manusia pada malam gelap gulita. Lalu kejahatan wanita tukang sihir dimaksudkan untuk mengganggu dan menyakiti dengan menipu indra, saraf, dan jiwa seseorang. Sedangkan kejahatan pendengki berarti manusia ingin menghilangkan kenikmatan orang lain dengan banyak cara, termasuk kejahatan.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, hasad atau dengki dibagi menjadi dua yaitu hasad majazi dan hasad hakiki. Perasaan dengki yang diwujudkan dalam bentuk agar mendapatkan nikmat yang dimiliki orang lain tanpa menghendaki nikmat tersebut hilang dengan cara kejahatan dan menjadi motivasi untuk bisa seperti orang lain dalam hal kebaikan disebut hasad majazi. Sedangkan sifat dengki yang dilakukan karena membenci Allah memberikan nikmat kepada orang lain sehingga berkeinginan agar orang lain kehilangan nikmat tersebut merupakan hasad hakiki yang merupakan sifat tercela. Allah Swt. tentunya membenci manusia yang memiliki hasad hakiki karena dapat mendatangkan sebuah dosa.
Pada akhir kajian, Ustaz Aufa berpesan agar kita selalu membaca Surah Al-Falaq untuk terhindar dari kejahatan yang tak terlihat. Disunahkan juga bagi kita untuk membaca surah tersebut di pagi hari agar terhindar dari kejahatan pada siang hari, dan membaca di sore hari agar terhindar dari kejahatan pada malam hari. (salsya)
ADVERTISEMENT