Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Pentingnya Konsistensi dalam Ibadah Dibahas dalam Ceramah Ramadan
8 Maret 2025 9:26 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Pada Senin, 3 Maret 2025, bertempat di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), telah diselenggarakan kegiatan ceramah yang berlangsung sebelum pelaksanaan salat Magrib atau menjelang berbuka puasa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keimanan umat Islam, khususnya dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.
ADVERTISEMENT
Ceramah dihadiri oleh jamaah dari berbagai kalangan, baik remaja, dewasa, maupun lansia, yang dengan antusias mengikuti kajian keislaman. Dalam ceramah ini, Ustaz Niki Alma Febriana Fauzi, S.Th.I., M.Us. dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan tentang “Peran Iman dan Akal dalam Islam”.
Ia mengatakan tentang pengabdian sebagai etos atau sebagai atau pandangan hidup untuk apa pun. Selama kita masih disebut manusia, kita beraktivitas melakukan tindakan-tindakan beribadah, seperti kuliah bagi teman-teman mahasiswa atau bagi bapak ibu yang sudah bekerja. Jika itu dibingkai sebagai pengabdian sebagai pandangan hidup maka insyaallah kita akan mendapatkan keberkahan dari setiap perlakuan kita.
Kemudian ia menyampaikan tentang mengenal dan mengklasifikasikan ibadah itu menjadi dua, yaitu ibadah umum dan ibadah khusus. Ibadah yang bersifat umum adalah ibadah yang tidak diatur tata caranya secara rinci oleh syariat. Dalam Muhammadiyah, didefinisikan sebagai segala sesuatu yang diridai yang disukai oleh Allah Swt., diizinkan oleh syariat. Segala sesuatu tidak hanya sekadar ibadah, tetapi segala tindak tanduk kita kalau yang diniatkan sebagai ibadah maka akan bernilai pahala. Misalnya kita yang hadir di masjid meniatkan kehadirannya untuk menuntut ilmu maka insyaallah kehadiran kita itu dicatat sebagai amal ibadah.
ADVERTISEMENT
Adapun ibadah khusus adalah ibadah yang telah diatur tata caranya oleh syariat baik itu waktu dan tempatnya sudah diatur secara rinci. Contohnya adalah salat, salat sudah diatur waktunya, tempatnya, tata caranya, dan lain sebagainya. Kita tidak boleh membuat ibadah baru yang sifatnya khusus. Tidak diperbolehkan pula membuat ibadah-ibadah baru yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Contohnya salat 5 waktu, ditambah jadi 7, karena Rasulullah saw. hanya mengajarkan 5 waktu salat, maka hal tersebut tidak bisa dibenarkan secara syariat dan itu bisa masuk dalam kategori bidah.
Dalam akhir ceramahnya, Ustaz Niki menyampaikan sesuatu perbuatan kebaikan yang dilakukan secara konsisten lebih baik daripada tidak konsisten. Rasulullah saw. Bersabda, “Bahwasanya ketika ditanya apa amalan yang paling dicintai oleh Allah, ya Rasulullah?” Rasulullah pun menjawab, “Amalan yang paling dicintai oleh Allah yaitu aktivitas yang istikamah terus-menerus meskipun itu aktivitas yang kecil dan sedikit.”
ADVERTISEMENT
Selama berlangsungnya ceramah, suasana masjid dipenuhi dengan kekhidmatan. Jamaah mendengarkan dengan penuh perhatian, sesekali mengangguk atau mencatat poin-poin penting yang disampaikan oleh penceramah.
Dengan adanya ceramah ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ukhuwah islamiah di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan ini pun berjalan dengan tertib dan lancar hingga waktu azan Magrib tiba. (Doc)