Konten dari Pengguna

Prodi BK UAD Perkuat Kompetensi dan Karier Mahasiswa

NEWS UAD

NEWS UAD

Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Camp Counseling Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Camp Counseling Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)

Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Camp Counseling pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa agar memiliki mental tangguh, arah karier yang jelas, serta dedikasi tinggi terhadap profesi konselor.

Sesi pembinaan utama diawali dengan pemaparan materi dari Dr. Caraka Putra Bhakti, S.Pd., M.Pd., yang mengangkat tema tantangan dan peluang menjadi mahasiswa BK. Ia menekankan pentingnya menjadi pendekar BK yang tangguh dengan cara mengenali potensi diri, berani melakukan eksplorasi, mengelola emosi dengan resiliensi, serta menjaga konsistensi.

Caraka memaparkan strategi pengembangan karier melalui program magang internship, penguatan skill pendukung, perolehan sertifikasi profesi, pendidikan, pengalaman organisasi, hingga kejuaraan prestisius. Mahasiswa diajak mengenali diri melalui pemetaan konsep diri (concept map) yang mencakup analisis kekuatan, kelemahan, peluang, tantangan, kesiapan akademik, reputasi, prestasi, kontribusi, aksi kreasi inovasi, serta pengalaman di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., yang memberikan penguatan mengenai komitmen mahasiswa BK yang unggul dan berkemajuan. Ia mengajak mahasiswa merefleksikan alasan memilih prodi BK melalui alasan hati, alasan arah, dan alasan makna. Mahasiswa juga diperkenalkan pada rekam jejak Prodi BK UAD yang kini telah menjadi prodi pertama yang memiliki program Magister (S2) BK dan menorehkan banyak prestasi.

“Saat ini, tercatat 1 dari 3 remaja mengalami masalah kesehatan mental, sementara rasio ideal menunjukkan 1 konselor melayani 150 siswa (atau 3 konselor per sekolah). Di dunia kerja global, pergeseran 92 juta pekerjaan diimbangi dengan 170 juta peluang baru yang menuntut keterampilan analitis, AI, resiliensi, dan lifelong learning,” katanya.

Prof. Dody menjelaskan bahwa komitmen profesi yang berwajah afektif, kontinuan, dan normatif tumbuh dari otonomi, kompetensi, serta keterhubungan. Mahasiswa didorong memiliki growth mindset serta menjadikan refleksi sebagai siklus belajar utama.

Melalui peta jalan empat tahun (fondasi, keterampilan, penerapan, hingga profesional), lulusan BK dipersiapkan menempati ruang karier di bidang pendidikan, dunia kerja, sosial, dan kesehatan. Mengakhiri materinya, beliau menegaskan bahwa “perubahan tidak dimulai dari niat yang sempurna, tetapi dari aksi kecil yang konsisten dan ikrar yang terus diperbarui”. (Septia)

uad.ac.id